Feb 29, 2012

...

"Saya lihat kamu orang yang bisa meyakinkan orang lain, Bulan. Tapi kenapa kamu tidak bisa meyakinkan diri kamu sendiri kalau kamu bisa?"

Perkataan Pak Irwansyah Senin kemarin yang sampai sekarang masih bertahan di otak saya..

Kepikiran..

Phewww..

*menghela napas panjang*

Hhhhh..

Senyum dulu ah.. :)

Malam Ini..

Cerita malam ini dalam bahasa ala 9GAG

- SiBulan kehabisan sabun mandi.
- Pulang kuliah, SiBulan berhenti di Indomaret, membeli sabun.
- Sampai kamar, SiBulan bersiap ingin mandi. Mengeluarkan sabun yang baru dibeli dari tas.
- Melongo.
- Huahahahaha.
- Salah beli.
- Yang dibeli sabun cuci piring.

-_________-" -- Yampun Bulaaaaaan!!!

- Maka SiBulan kembali berjalan ke Indomaret.
- Ingin membeli sabun mandi.
- Mbak-mbak Indomaret, "Ada yang lupa dibeli ya kak?"
- SiBulan gengsi mengakui salah beli.
- SiBulan menjawab, "Oh, iya."
- SiBulan tersenyum manis.
- Mbak-mbak Indomaret, "Ya, faktor U emang ya kak."
- Mbak-mbak Indomaret tersenyum jahil.
- SiBulan melongo lagi.
- Lalu...
- Huaaaaaaaaaaaa...
- Huhuhuhu....
- Huaaaaaaaaaaaa...

*gebuk-gebukkin mbaknya*
*berjalan pulang sambil menunduk*

Ahuhuhu..
Derp mana Derp?? :)))

Senyum dulu ah.. :)

Feb 28, 2012

DANCE Baby dance!!

Pagi-pagi dapat link ke video ini and certainly this video makes me smile again.. :)

Suka banget sama Mr.-nya.. Pausingnya bagus, mimik mukanya juga baguuuusss.. Rawr!! *nemplok, peluk*

Anak perempuannya juga imut, cute how she often pull up her top just to make sure it doesn't reveal her breasts. Hihihi. Dan senang melihat ia jalan dengan bokong uptight di performance kedua menit ke 02.51-02.55.. Apipiuuuuwww.. 

Dan ternyata ini di acara pernikahan. How fun is a pernikahan with that kind of performance, ha? 
*though I never want one.. Let's just stick to either karawitan or Classic Orchestra.. :D*

Senyum dulu ah.. :)

Feb 27, 2012

Morning Story..

From this lil sack..

Comes an initial - B.. 

With a sun..

And a TV..

Filled with love..

And give a smile..

That's my breakfast today.. :) 
Selamat Hari Senin.. Mari semangaaaaat!!!

Senyum dulu ah.. :)

Feb 25, 2012

[11.57 = :( ] - [13.03 - :) ]

11.57
Dodolipet adalah sudah membuat tugas sampai siang, sudah selesai, sudah menggunggahnya kemudian baru sadar konten tugas yang saya kumpulkan tidak relevan sama tema yang diminta. OH EM JI!!! Bulaaaaaaaaan... *selftoyor*

*cengengesan sampai Senin*

Dear Pak Irwansyah, ini boleh bikin ulang ga ya saya? Boleh unggah lagi nggaaaa?? Huhuhuhu.. *jedotin pala ke bantal* *kasi senyum kinyis kinyis*

Ga ngaruh..... :(

Ga usah pake senyum dulu ah, Bulan!!! *tepokjidat* *nangis gegerungan*

13.03
Sudah selesai tugasnyaaaaaaaa.. Sudah BBM Pak Irwan juga dan diperbolehkan mengirim ulang. Hihihi. Yay!! Sekarang mari ke workshop untuk gajian pak tukang. Semangaaaaaat!!! KOWAWA \(^_^)/

Senyum dulu ah.. :)

Feb 24, 2012

Sebuah pemahaman tentang emosi..

Ish ish.. Judulnyaaaa. *kayak judul skripsi* -___-"

Semalam menghabiskan waktu sama Kak Madja, Kak Jerzy, n Kak Amie.. Jadi banyak berpikir (jadi sebelumnya loe ga mikir, Laaaan??).. Dan berhasil menyampaikan beberapa pemikiran hidup tentang pengontrolan emosi (caelaaaah) ke mereka.. *kikikiki*

1. Stay sober..
I've learned it the hard way. Saat saya menghadapi hidup dengan emosi, tangisan, ketidakpedulian akan segala sesuatu yang terjadi (sebagai cara untuk melarikan diri dari kenyataan), hidup saya malah akan bertambah susah. But if I stay sober, all the time, hidup saya dipermudah, tugas-tugas terselesaikan, saya tidak terbawa emosi (yang terkadang hanya sesaat), dan jalan jadi ringan. Berat badan berkurang adalah bonus. Hihihi.

~~> Saya chat dengan teman saya via YM beberapa minggu lalu, dari perkataan awal "Lan, pencitraan loe baik amat di Twitter, yakin begitu?", saya sudah tahu, ini orang (yang mana sebenarnya ga gitu dekat sama saya) kayaknya emang cari ribut. But I stay sober (and I play dumb :p). Saya menjawab semua perkataan dia dengan santai, penuh dengan emoticon senyum dan tawa. Setelah beberapa kali bertukar pesan, akhirya dia mengakhiri dengan kalimat "Ya udah deh, gw kan cuma mo nanya doank." DHUARRR!! Anti klimaks. Kenapa ga pake ribut-ribut jambak-jambakkan tendang-tendangan dan panggil centeng deh?? :D Ga denk, maksud saya, dengan stay sober dan tidak merespon berdasar emosi, saya jadi santai dan ga masukkin hati apa-apa yang dia bilang. Jadi baik buat saya juga. Hidup jadi ngga ribet. ;)

2. Save yourself, darling..
Kalimat ini selalu saya ucapkan pada beberapa teman yang pekerjaan utamanya adalah mengeluh. Baik tentang orang lain atau tentang hal remeh temeh semacam sinyal dari provider yang ga bagus jadi Twitter ngga bisa update. Hahaha. Save yourself. You cannot change ALL things in your life. You cannot have EVERYTHING you want to have. So save yourself. :) Legowo atas semua yang terjadi dalam hidup. Kalau baik jangan lupa bersyukur, kalau tidak baik, coba memperbaikinya sebisa mungkin. Kalau ternyata ga bisa, seperti kata Zarry Hendrik, "Dibawa aja dalam doa..".Hehehe.

~~> Ribut ngeluh karena teman ganti profile picture BBM dan status BBM tiap saat. Merasa terganggu. Save yourself, darling. Matikan aja fitur recent updates di BBMnya. Mereka selamat dari keluhan kita, kita selamat dari mengeluarkan emosi dengan mengeluh. Win win solution. :) Kita mengeluh tentang teman yang belanja kebanyakan, ngomongin dia terus-terusan sampai capek. Oh well, save yourself, darling. Kalau kebiasaan belanjanya tidak menyusahkan hidup kita, kenapa kita harus menyusahkan hidup dia (dan hidup kita juga)? Diterima saja. Mungkin secara psikologis, belanja adalah caranya untuk keluar dari kegerahan hidupnya. Who knows? So, save yourself. :) Cus you can't save others before you can save yourself. ;)

3. Smile..
Dulu banget, saya ingat saat sedang chatting sama Aldy (pake Y bukan pake I, if you know who I mean.. :p), kami sampai di pembahasan tentang "Menjadi Gila". Kesimpulannya adalah, kayaknya menjadi gila dan menjadi bahagia itu bedanya tipis. Orang bisa gila dengan berbahagia. Itulah kenapa, bagi sebagian orang, saya orang yang terlalu sering cengengesan dan keliatannya bahagia terus. Cus I want to be crazy. Crazy with happiness. Kenapa harus nyureng? Aura kenyurengan itu kan membuat suasana jadi ngga enak. Kenapa ngga senyum? Toh semua (mau ga mau) harus dilewati, senyum saja. Smile!! ;)

~~> Ga usah pake contoh lah yang ini, sudah tahu maksud saya kan? Karena kalau saya kasih contoh dengan membeberkan apa-apa saja yang sedang saya jalani saat ini dan berpotensi membuat saya stress, nanti saya malah jadi emosi. So I'm saving myself now. I just want to smile and be crazy with happiness. Hihihi.

4. Everything shall pass..
Hidup itu kan berjalan terus ya. Saya senang atau sedih. Saya cantik atau jelek. Saya ada masalah atau engga. Saya kece atau caem <-- pilihan mahadahsyat. Hidup akan terus berjalan. Kita tinggal menjalaninya saja. Bagaimana menjalaninya, sekali lagi, itu pilihan. Mau dibuat susah bisaaaaa, mau dibuat mudah bisa. Tapi saat buku kehidupan sedang digoyangkan oleh Tuhan dan kita merasa tidak kuat menghadapinya, keep one thing in mind = everything shall pass. Semua akan berlalu. Jalani pelan-pelan, semaksimal mungkin, tambah senyum, dan semua akan berlalu. Bagaimana akhirannya, bukan topik utama. Bagaimana prosesnya, itu yang dihitung. Banyak masalah yang jadi tidak terlewati dengan baik karena kita kepentok di satu kata uber yaitu malas. Hihihi. Maka ayo jangan malas. Kita nunjukkin usaha sedikit aja, tangan Tuhan pasti akan meraih untuk bantu. Percayalah apa yang dikatakan Rudy. (cucitangan)

~~> *sodorin hair tonic Rudy Hadisuwarno* (ga nyambung)

5. Akan ada pelangi..
Saya ingat salah satu tweet yang pernah saya baca (tapi maaf saya lupa siapa yang ngetweet waktu itu, itu sudah RT-an kesekian).

"Janji Tuhan adalah ada kebahagiaan setelah kesulitan. Untung Tuhan ngga menjanjikan ada kesulitan lagi setelah kebahagiaan ya."

BLARR!!!

Hehehe. Itu yang saya pegang teguh (cieee Bulan, pegang pegang Teguuuuh.. *apeu*) dalam hidup. Kalau setelah saya dikasih hujan, pasti saya dikasih pelangi sama Tuhan. Dan itu benar. Jadi setiap saya ada masalah, saya malah akan jumplak-jumplak karena tidak lama, saya pasti akan bisa tersenyum bahagia menikmati berkat yang hadir. Berkatnya kadang sesederhana mengetahui ada begitu banyak orang yang mau menjadi teman saya dalam suka dan duka *tsah* dan kadang begitu luar biasa seperti mengetahui betapa Tuhan sayang sama saya. Hehehe. Abstrak abis. Jadi setiap merasa ada masalah dalam hidup, senyum aja melewatinya, nanti akan ada pelangi yang menunggu di ujung sana kok. No need to worry.

~~> Ga usa pake contoh ya. Kan uda jelaaas. Bulannya mesti ngesot ke Bank Mandiri niiiih.. *lalu Silka mengucap hamdallah* Hihihi.

Senyum dulu ah.. :)

Feb 22, 2012

REPOST TWEET: Ternyata..

"Semakin lama semakin sadar gue punya potensi untuk bangkit setiap ada masalah atau ada yang jatuhin. Ternyata gue ngga secengeng itu ya. Hehehe. *cengengesan*"

-Rembulan Indira Soetrisno-

Tarakdungcess banget kan siBulan ini. :)) Iya, ternyata baru sadar, saya ngga secengeng itu ya. Hihihi. Jadi bangga sama diri sendiri. *jejogedan maju mundur*

Anyhoo,




They were taken by me on Tuesday, Feb 21, 2012
At 16.47 (top) and 17.43 (bottom)
With Blackberry, inside my class.. *tsah!! siBulan datengnya kecepetan banget deh.. :)))*
Pemahaman sore itu: Para pekerja kantoran yang pulang (dan berangkat) bersamaan di jam-jam sibuk itu luar biasa ya perjuangannya. Di mana-mana maceeeeet. They are truly survivors!! \(^_^)/

Oke baiklah, post pamer-pamer ini akan saya tutup dengaaaaaaaaan ...... POTO-POTO DIRI. Kikikiki. Tadaaaa!!



Udah yaaaa, sekian dan terima bikin sepatu.. :D

Senyum dulu ah.. :)

Tambahan: I miss traveling BADLY!! BADLY!! Huhuhu.. *nangis glosor2* Ini kuliah kapan liburnya sik?

Feb 20, 2012

GFT Februari: Lancaaaarrr..!!

Hayhoo.. Hari ini hari GFT saya. Gadget Free Time, that is. Hari dimana dua belas jam di dalamnya, saya isi tanpa memegang Blackberry, menyalakan netbook, dan memotret dengan kamera.


Dan GFT hari ini berjalan lancaaaar. Hiyaaay!! *jumplak2*.

Ini memang sudah jadi pemikiran saya sejak lama. Saya ingin coba melaksanakan beberapa jam dalam sehari setiap bulannya, untuk GFT ini. Tadinya saya berniat GFTnya dilaksanakan seharian penuh. Tapi lalu berpikir ulang. Karena saya mencari uang dengan dukungan beberapa gadget ini, jadi alangkah kurang adilnya untuk pembeli saya kalau saya seharian ga bisa dihubungi. Jadi, saya memutuskan GFTnya akan berjalan setengah hari saja. Setengah hari untuk saya tidak memegang gadget-gadget yang biasanya setiap menit selalu dalam jangkauan. Hehehe.

Dan ternyata banyak yang bisa dilakukan dalam dua belas jam GFT saya. Saya beneran melongo setelah tadi lewat jam dua belas. Setiap hari, sampai jam dua belas, biasanya saya hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan (kalau tidak bisa dibilang tidak ada sama sekali) lalu pas liat jam sudah kaget aja karena sudah siang dan sudah waktunya ke workshop atau ke kampus. Hahaha. Tapi hari ini. Hih!! SiBulan hebat!! *taro jempol di idung sendiri*

Saya tidur sekitar jam setengah satu pagi. Bangun jam 05.37. Peepee (yaelah Lan, semacam penting aja ni info pake dimasukkin. -___-"). Lalu tiga set yoga. Saya menambahkan satu set tambahan lagi (biasanya hanya dua set) karena saya pikir sudah waktunya. Taunya menggeh-menggeh. Besok balik ke dua set aja. Huahahaha.

Selesai yoga saya siapkan tempat, duduk, set timer (okay, I know I use my Blackberry for this, but I didn't open any app than the timer), dan mulai Geming untuk dua puluh menit. Kali ini bertahan lima belas menit lebih. Membaik, kemarin cuma bertahan tiga belas menit soalnya. Hihihi. Lalu selesai Geming saya minum air putih satu gelas full dan mandi. Huhuy!!

Selesai mandi saya bengong. Tangan uda gatel aja mau nyalain netbook dan cek Blackberry. Hahaha. Tapi lalu meyakinkan diri saya kalau saya pasti bisa dan saya akhirnya keluar, makan. Kekeke. Pas makan, karena ngga diburu sedang chat sama buyer atau pemikiran ada kerjaan lain yang harus diselesaikan, saya jadi santai ngobrol sama ibu warteg. Tentang hidup dia, tentang keluarganya, tentang banyak hal.

Abis makan, saya masuk kamar dan membungkus beberapa pesanan yang harus dikirim hari ini. Setelah itu, memutuskan untuk menyelesaikan pesanan bantal jerapah. Pesanan ini uda lama banget teronggoknya. Ga diburu-buru pemesannya sih, jadi saya malah santai banget ngerjainnya. -___-". Baru selesai setengah, saya dipanggil pak satpam, diminta memindahkan Bombom karena pohon durian mau ditebang, takut kena Bombom. Mbak Tyas juga lagi mindahin motornya. Abis mindahin Bombom, saya nanya boleh ngga saya coba naik motornya? Dijawab boleh. Jadi lah untuk sekitar sepuluh menit saya muter-muter dengan motornya Mbak Tyas. Diketawain sama pak satpam, OB, bapak penebang pohon, dan ibu warteg karena saya berisik banget naiknya. Setiap mau belok saya teriak, "Whoaaa.. whoaaa.. whoa whoaaaa.." Hihihi. Super excited!! Motornya Mbak Tyas enak, ringan. Jadi pengen. *kedip-kedip ke BuJendral, boleh donk maaaah aku naik motoooorrr*

Abis naik motor, Mbak Tyas main ke kamar, minta petunjuk cara bikin bantal karena dia mau bikinin bantal untuk keponakannya, dan sekalian pinjem gunting. Lalu malah jadi ngobrol ngalor ngidul soal banyak hal. Lalu Mbak Tyas balik ke kamarnya, saya lanjut bikin jerapahnya. Dan JADI!! HURRAY!! Kain yang sudah teronggok lebih dari sebulan kini sudah berubah menjadi jerapah in just what, 2 hours??? GOSH!! :))) *seperti biasa, kalau keliatannya ga kayak jerapah, diem aja ya. Yang penting pemesannya sukaaa.. Weeek!!* :)))


Lalu saya isi dakron, tutup jahitan,selesai. Lalu bengong lagi.

Akhirnya saya baca buku. Buku ini uda dibeli minggu lalu tapi ga sempet dibaca. Sekarang jadi sempet deh. ;)

Saat saya menuju ke halaman 248, tetiba ingin melihat jam dan JRENG!! 12.07. AHA!!!! Maka saya tutup bukunya, nyalain netbook, cek Blackberry. Harus fair. Saya sudah niat GFT sampai jam dua belas maka hanya sampai jam segitu saya akan melaksanakannya. Ini aja udah lewat tujuh menit. Hihihi.

Ah, ternyata menyenangkan juga GFT ini. Pantas lah tiap bulan, setiap tanggal dua puluh saya laksanakan. Biar ngga ngoyo kerja, biar ngga dimrungsungi waktu. Hehehe.

Senyum dulu ah.. :)

Feb 18, 2012

REPOST TWEET: Kopi dan Cinta

"Efek kopi sama dengan efek cinta. Bikin jantung berdebar. Bagus deh, seengganya ga perlu nyari cinta segitunya, wong ada kopi."

-Rembulan Indira S.-

Iya iya.. Super banget ya tweet saya itu. Hipotesa yang memasukkan pengalaman (dan psikologi) sebagai salah satu pendukungnya. Popper akan sangat bangga pada saya. :))

Senyum dulu ah.. :)

Feb 16, 2012

Apa yang lebih menyenangkan dari..

1. Foto di toilet mall bersama teman-teman..



2. Melihat rambut masih rapi dan penuh sampai saat pulang malam hari..



3. Menerima paket berisi baju dan dress yang saya pesan sendiri, bayar sendiri, pake sendiri..




4. Dan bangun pagi dengan lumpia sisa semalam menunggu untuk dimakan.. :))



Hip hip hurrah!! I'm counting my blessing. Puji Tuhan. :)

Senyum dulu ah.. :)

Hello Books..


Bagaimana menaruh buku-buku baru ini (dan teman-temannya yang akan segera datang) 
sementara rak buku sudah penuh???

A. Jangan beli buku lagi -- TET Toooottt!!!
B. Beli rak lagi -- Tring tring!!

I would prefer ordering a custom book rack, though. :))

Senyum dulu ah.. :)

Feb 15, 2012

Valentine...

(From the song Greatest Love of All)

"Learning to love yourself, is the greatest love of all.."

Itu aja sih. Coba dipikirin aja baik-baik. :p

Happy Valet Parkiiiiing!!!

Senyum dulu ah.. :)

*iki post opo tho Buuuul...Buuuul..*
Tsk..



*Daaaaann baru sadar, ini mah uda lewat tanggal 14 Februari ya.. Huahahaha..Unyeng-unyeng pala sendiri*

Feb 13, 2012

Terlalu mudah..

Banyak orang yang tidak mengerti dan tidak mau tahu psikologi manusia ya. Banyak orang terlalu mudah menjatuhkan penghakiman beralas kesoktahuan. :)

Ini berkaitan dengan meninggalnya Whitney Houston kemarin. Di koran harian saya kan rame ya. Banyak orang berduka. Twitter penuh lirik-lirik lagunya Whitney. Di antara tweet yang berduka, ada satu tweet yang lebihkurang isinya begini, "Die because of overdose is just plain stupid.". Hmmmm. Ya mungkin memang benar adanya kalimat itu, tapi mbok ya jadi orang itu jangan cuma menghakimi di bagian atasnya. There's nothing 'plain' in that matter also. Apakah kalian pernah tahu kenapa Whitney Houston akhirnya menjadi seorang junkie? Saya pernah melihat THS-nya di E! dan kemarin Toni Thamrin (@tontham) ngetweet cerita Whitney ke Oprah. It's an eye-opener. Coba pahami psikologisnya. Manusia itu rumit. :)


Manusia memiliki ketahanan yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu masalah. Walaupun masalahnya sama, tapi penerimaannya bisa berbeda di tiap orang. Katakanlah, suami berselingkuh. Ada yang bisa langsung memutus cerai, ada yang kelara-lara nangis tiap malam tapi ga mutus cerai, ada yang bodo amat pura-pura ngga tahu. Itu harus dilihat secara psikologis, kenapa mereka seperti itu. Kenapa mereka memilih jalan itu.

In case of Whitney, dia lelah dengan ketenarannya. Dia hanya ingin diterima sebagai orang biasa. Dan di situlah muncul Bobbi Brown yang kemudian bisa membuat Whitney nyaman dan menjadi dirinya sendiri. Whitney benar-benar jatuh dan takluk sama Bobbi. Dia mencoba mengerti sikap Bobbi yang kemudian kasar sama dia kalau Bobbi sedang dalam pengaruh obat. Whitney kemudian jadi stress tapi dia ngga punya kekuatan untuk ninggalin Bobbi. Jadilah untuk melepas stress dan depresinya, Whitney ikut make. Saat make pun mereka bareng. Itu berlangsung terus menerus. Whitney jadi junkie. Bobbi juga jalan dan tidur sama perempuan lain, tapi Whitney masih ngga bisa melepaskan Bobbi. Jadi dia menutup matanya, menyugesti diri, bersikap tidak peduli, menganggap itu tidak terjadi.

See the psychological reason behind everything? Ada orang yang depresi di sana, ada orang yang stress, bingung sama keadaan, bingung harus berbuat apa. Akhirnya mencari pelarian. See? Mau ada yang bilang Whitney bego karena ngga ninggalin Bobbi, ya, kalau kalian ada di posisi dia juga mungkin kalian ngga punya kekuatan untuk ninggalin. Coba aja saat kalian seperti menemukan 'the one', gila-gilaan kan memertahankannya. Walaupun dia sudah beristri, walaupun dia sudah punya anak, walaupun dia pemakai, ga peduli, habek semuanya. Itulah so-called cinta. You can never expect what it brings to you. Can be positive, can be negative. Tinggal seberani apa kalian dalam mencinta.

Saya selalu dibilang 'kuat' sama orang-orang terdekat saya. Despite of what is happening in my life right now, I manage to smile through the way. Tapi apa saya pernah jatuh dan stress dan depressed dan menangis terus-terusan? PERNAH BANGET!! Pernah saya ingin nutup mata lalu pas buka mata semua permasalahan hidup sudah selesai? ALL THE TIME!! Pernah saya sedih sendirian dan ngga pengen berhubungan dulu sama semua orang?? PERNAH!!

I am human.

Saya sampai pernah bilang ke Bli Ananta, "Kalau ada orang bunuh diri, lalu dia ninggalin buku harian berisi cerita hidupnya yang orang lain ga pernah mau tahu, kamu mau baca?". He said, yes. Dan that's what exactly came across my mind. Kalau saya bunuh diri, mau ninggalin cerita apa yang saya rasakan yang orang lain ga pernah mau tahu tapi selalu sibuk menghakimi saya karenanya. Walaupun pada akhirnya saya ga bunuh diri, takut ketemu Tuhan cepet-cepet, dengan cara bunuh diri, mungkin Dia akan memelengosi saya instead of memeluk saya. Hehehe. *jomplang* (see bujendral, aku ga akan bunuh diri, ketakutan dipelengosi Tuhannya besar banget..hehehe)

Jadi, ayolah manusia, jangan terlalu mudah menghakimi orang lain ya. Saya tidak mengatakan saya setuju dengan pemakaian narkoba, tapi there's gotta be a reason behind everything. Itu yang harus dicari. Akar permasalahannya dimulai dari alasan dibaliknya. Itu dulu yang dibenerin. What's beneath, not what's on. Coba lihat sekitar, apakah kalian sudah jadi orang yang berusaha mengerti psikologis orang-orang terdekat kalian? Kenapa mereka begini, kenapa mereka begitu. Kalau belum, yuk coba. Dengan memahami psikologisnya, kalian bisa belajar sesuatu dari situ. Don't just judge; check, understand, learn, accept!

Besides, hidup orang ternyata tidak semudah yang kalian bayangkan kan. Malah mungkin hidup kalian lebih dimudahkan. Makanya bersyukur. :)

Senyum dulu ah.. :)

Feb 12, 2012

Salah siapa, Bulan??


Pic taken: February 10, 2012 - 18.26
By Tyagita Silka, from her Blackberry

Jumat kemarin linimasa penuh dengan pembicaraan tentang after-rain sky yang indah banget. Ada yang warna tangerine, ada yang berpelangi, ada yang keunguan, pokoknya semua rame deh ngomongin langit indah nan memesona itu. Saya mengalaminya sendiri?? Oh well, di sinilah saya, di dalam kelas, menunggu dua teman yang belum datang, deg-degan, ga bisa keluar kelas karena sudah ada dosen di dalam. NASIP!! -___-"

Tapi lalu melihat foto yang ditwitpic Silka. Terperangah. Huaaaaaah. Bagus bangeeeet. Ihiks. Pengen sumpah serapahin dua anak kutu yang belum datang juga gimana? Jumat + jam pulang kantor + hujan = macet sepenuh hati sepenuh jiwa seluruh raga banget kan. :( *uyel-uyel Winsky sama Anggun*

Terobati sih melihat foto ini. Tapi masih 'agak' sedih ngga bisa mengalaminya sendiri. Huhuhu.

Tambahan: Jumat malam kemarin saya nangis (lagi). Huaaaaa. Ancur banget deh emosi akhir-akhir ini. -____-" Nangis karena stress, tugas belum selesai. Haha. Kampring amat alasannya. :'( Ya kadang apa yang terjadi is just too much for me. Capek. Capek pikiran, bukan capek badan. :( Jadi menangis dalam diam lah saya. Naya sampe kawatir gitu takut temennya ini kenapa-kenapa. Hihihi. *maap ya Naya* :p

Lalu sebelum tidur malam kan saya selalu berdoa ya, nah pas doa itu, saya malah jadi ketawa. :D Oke, jadi saya jelaskan lagi, saya kalau berdoa tu kayak curhat, jadi bahasanya kayak lagi cerita gitu. Kira-kira begini doa saya malam itu.

Selamat malam, Tuhan. Terimakasih ya untuk hari ini. Tadi pagi ketemu sama miu and Mbak Wulan, trus makan di TRS diner. Makanannya enak banget, Tuhan. Gnom!! Aku makan Kung Pao Chicken. Enaaaak. Lalu habis itu kami ke Kenko, eh tapi mbak yang pegang aku tadi ngga enak. Kayak ngga niat gitu mijitnya. Hiks.
Terimakasih juga ya Tuhan, aku akhirnya selesai presentasinya. Satu tugas sudah selesai. :) Nah tapi sekarang aku sedih, Tuhan. Belum bikin tugas response paper. (ni uda mau nangis ni saya ni). Padahal response papernya harus dikumpul Minggu. (makin pengen nangis lagi). Eh, tapi, (mulai sadar) salah aku ya Tuhan, kenapa ga dikerjain dari kemarin-kemarin?? Malah sibuk santai-santai. Lhaaaaa.(cengengesan) Huaaaa. Yaudah Tuhan, maaf ya, ngga jadi cerita yang bagian itu, besok aku kerjain. Harus semangat. Semangatin aku ya Tuhan. Sekarang aku mau tidur. Jaga aku dalam tidurku dan tolong bangunkan aku esok hari dengan semangat tinggi ya. Terimakasih Tuhan. Dadah.

Lalu saya cekikikan sendiri. Inget-inget kebodohan kenapa juga Senin Selasa Rabu santai-santai dan ngga nyicil tugas. Hihihi. *toyor diri sendiri* Jadi ya begitulah, sekarang lebih sadar. Jadi tugas tu dicicil, Bulan. Dikerjain!! Jangan cuma dipandangin kertas penandanya!! :p *ngendon di Anomali*


Pic taken: February 12, 2012 - 07.02
Me + Blackberry from the moving Bombom.. Hehehe..

Sekarang hari Minggu, tugas response paper sudah dikumpulkan. Semalam sudah ke apartemen bujendral. Sekarang waktunyaaaaaaaa ...... KERJA!! *motretin sepatu, lanjut beresin web, siapin desain untuk briefing Senin* Lalu nanti siang pergi. Hlah. Ini kapan istirahatnya deh?? *melongo*  0__o

Ah yasudahlah. Mari kita kerjakan!! Semangaaaat!! *jumplak-jumplak hore*

Selamat hari Minggu dear pembaca.. :)
Senyum dulu ah.. :)

Feb 10, 2012

DONE and everything shall pass..

Beliin tiket mamah: DONE!!
Ke BCA bikin Flazz: DONE!!
Luluran: DONE!!
Creambath: DONE!!
Baca buku Filsafat Ilmu: DONE!!
Meeting sama pihak Multiply: DONE!!
Tugas Presentasi Filsafat Ilmu: DONE!!
Cek produksi tas: DONE pake kesel!!
Cek produksi sepatu: DONE ajah!!
Meeting sama produsen dustbag: DONE pake senyum.. :)
Benerin web Moonaddict: On the go!!
Stress: DONE!!
Gila: Almost DONE!! :)))

Mega Kuningan - 09022012


Setelah chaos kemarin, I finally managed to get several things DONE. Hehehe. *kasi jempol ke idung sendiri*

Yeah, everything shall pass. Hanya tinggal melewatinya saja dengan senyum dan pembelajaran. Kalau ga dikasi pencobaan, nanti lupa sama Tuhan. Hihihi.

Dan sekarang jadi tahu kan, atmosfer kamar dibangun untuk kreatifitas kerja, bukan untuk kemaslahatan tugas kuliah. Jadi sekarang kalau mengerjakan tugas kuliah, di Anomali saja. :)) Kemarin kopi Toraja. Besok-besok kopi apa? (tapi bujendral pasti senang, setidaknya saya minum kopi, bukan beer. hahaha. *getir* :p)

Baiklah, hari Jumat, harinya TFC. Ketawa-ketawa dulu, refleksiologi, loosen up, sebelum nanti malam presentasi. KOWAWA!! \'(^_^)'/

"When life gives you bitterness, you strike back with your sweetest smile.. :)"

Senyum dulu ah.. :)

Feb 9, 2012

I did cry..

Kemarin saya ke kampus cepat sekali. Kuliah jam enam tapi jam tiga saya sudah di kampus. Janjian sama popo mau ketemu dulu. :)

Selesai parkir, saya sempat dua kali bolak balik ke Bombom karena plinplan mau bawa binder saya saat itu atau nanti balik lagi aja. Akhirnya diputuskan nanti balik lagi. Sambil misuh-misuh mendodolkan diri sendiri yang kurang efektif bergerak, saya memijit lah tombol elevator. Tidak berapa lama elevator terbuka dan saya masuk.

Bau pesing menyeruak dari dalam elevator. Saya sempat bingung, bau darimana itu? Saya melihat bapak di depan saya. Saya tidak sempat melihat wajahnya ketika masuk tadi (karena sibuk sama Blackberry, yea rait Bulan, go nuts with your Blackberry!! *sigh*), tapi posisi berdirinya memang sedikit aneh. Beliau berdiri menyerong dengan kedua tangan memegang dinding dan kaki terbuka agak lebar. Sepertinya, mungkin, maaf, beliau pernah kena stroke sehingga butuh kedua tangan untuk menopang badannya supaya tidak limbung. Saya melihat ke bawah dan benar adanya. Beliau yang peepee. Mungkin sudah tidak tahan. Mungkin toilet di gedung ini jauh dari jangkauan sehingga beliau terpaksa peepee di elevator. :( Saya menunduk dalam diam. Menahan tangis. Tiba-tiba inget papah. (Dan yah, nangis lagi deh sekarang. :( Adoh Bulaaaaan. Cengeng amat sik!!)

Bukan tentang peepee-nya. Tapi saya bersyukur saya hidup dengan papah dan dengan sakit beliau. Maaf, bukan ingin salah bermain kata di sini, bukan saya bersyukur papah saya sakit, tapi saya bersyukur saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa jadi orang yang lebih bersyukur untuk kesehatan dan lebih bertenggangrasa pada mereka yang sakit. Ini saya dapat dari hidup bersama papah. Dengan mencoba mengetahui keadaan beliau dan penyakitnya, saya jadi tahu bahwa tidak semua orang se-fit saya. Tidak semua orang sesehat saya. Dan tidak ada yang salah dengan itu. Saya hanya harus menaikkan level penerimaan saya lebih tinggi lagi untuk dapat tersenyum pada mereka. Legowo. Dan fakta bahwa bapak di elevator ini masih mau berusaha untuk hidup dengan berkegiatan, bagi saya lebih dari cukup.

Tidak berapa lama, elevator sampai di tempat saya mau keluar. Bapak itu, terseok-seok mencoba menarik kakinya satu demi satu untuk dapat keluar dari elevator. Saya sejujurnya ingin memeluk beliau, memapahnya keluar. Seperti saya ingin memeluk semua orang yang mirip dengan papah saya. Hanya untuk sedikit merasakan kehangatan seorang ayah lagi. Tapi kali ini saya tidak mampu. Tangan saya terpaku di tombol untuk menahan pintu supaya tetap terbuka supaya tidak melukai sang bapak.

Dua langkah keluar dan beliau seperti baru tersadar kemudian kembali menghadap elevator. Saya bertanya, "Bapak mau kemana? :)" Selembut mungkin. Sesabar mungkin. Supaya beliau tidak panik dan terburu-buru berusaha masuk elevator kembali. Bapak itu hanya diam, ingin mengatakan sesuatu tapi sepertinya syaraf tubuhnya sudah tidak berkompromi. Mungkin bingung antara mau melangkahkan kaki, berpegangan dengan pintu supaya badan tertopang, atau menjawab pertanyaan saya. Beliau hanya memberikan matanya pada saya. Mata coklat dengan lingkar bening di sekeliling pupilnya. Mata yang terus menatap saya seakan ingin mengatakan sesuatu. Mata yang masih saya ingat dengan jelas sampai sekarang.

"Bapak mau masuk kembali, Pak?" tanya saya lagi. Maafkan ketololan saya, Tuhan. Untuk apa coba saya nanya lagi? Sudah tahu bapak ini sudah susah mengoordinasi syaraf tubuhnya, saya masih merecokinya dengan pertanyaan bodoh saya. Akhirnya dengan tangan kanan memegang tombol menahan pintu elevator, tangan kiri saya, saya angsurkan padanya. Ia menerima. Dan beruntung bapak berjaket hitam di sebelah saya (hanya tinggal saya dan bapak berjaket hitam itu di dalam elevator) tanggap dengan keadaan ini. Beliau bertanya pelan sambil ikut membantu, "Mau masuk, Pak?"

Bapak menjawab dengan terbata, "Ma-suk. Ma-suk." Brasssss, saya mbrebes mili. Tuhanku, mengucap satu kata dengan dua silabel saja beliau sudah susah. Saya dan bapak berjaket hitam akhirnya membantu bapak ini masuk dulu ke dalam elevator lalu bapak berjaket hitam menanyakan apa saya mau turun di lantai itu. Saya jawab, "Ya." dan saya keluar.

Habis itu saya ketemu popo, saya menahan tangis saya. Untung popo mengerti dan tidak malah mencemooh saya. Kalau popo mencemooh, mungkin saya nangis kelara-lara saat itu. :'( *pelukpopo* Menyesal? YA!! Sejujurnya saya menyesal. Kenapa saya harus buru-buru keluar. Kenapa saya tidak menemani dan membantu bapak itu untuk sampai di lantai dan tempat yang ia kehendaki. Kenapa saya terlalu cengeng untuk bisa tegar membantunya. :(

Kadang, Tuhan hadir dalam wujud yang tak pernah kita sangka ya. Dan Tuhan hadir memberikan pelajaran di waktu dan tempat yang juga tidak saya sangka. Kalau tadi saya ga pake bolak balik ke Bombom dua kali, pasti saya ga se-elevator dengan sang bapak. Pasti saya terus cuek dengan Blackberry saya. Pasti saya menjalani hidup dengan biasa saja. Tapi dengan bertemu sang bapak, saya jadi kembali bisa bersyukur sama Tuhan. Kembali bisa merasakan getaran untuk kembali padaNya.

Terimakasih ya Tuhan. Terimakasih ya bapak.
Dalam jalan saya, saya berdoa semoga bapak selamat dan selalu berada dalam peluk kasih Tuhan. Amin. :)

Senyum dulu ah.. :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tambahan: Ini kenapa ya saya mellow begini beberapa hari terakhir ini? Bukan karena PMS sih, tapi ga tau juga kenapa. Kemarin saya 'mengunjungi' papah dan saya mewek aja loh. Padahal saya jarang sekali menangis ketika ke makam beliau. *sigh* Maybe just because I miss him dan sedih karena udah jadi anak yang ngecewain beliau. :( Maap ya Pak Mayon Soetrisno. :(

Iya, iya, sempet2nya saya foto pas lagi nangis kmrn.
Hihihi. Mana foto ini semakin menjelaskan
kekurangmancungan hidung saya lagi. *sigh*
*mewek lagi*
*untuk alasan yang beda*

Feb 8, 2012

Bulan Purnama..Malam Per..


Pic taken Feb 7, 2012.. 18.06..
Inside Bombom, with my Blackberry..

Amazing view, aye?

Anyhoo, td sore Whatsapp-an sama Bli Ananta..

Him: Hey, malam ini bulan purnama

Saya lagi emosi sama seseorang (oke, dua orang -____-"), bacanya: Hey, malam ini malam pertama
Lalu berpikir: Why on earth I need to know your first night, HA?? :)))

Dodolipet ni siBulan!!
"Bocah gemblung", kalau kata Bli Ananta.. :)))

Senyum dulu ah.. :)

Feb 7, 2012

Ada apa?

Mengikuti artikel Bang Ryan yang ada di Fimela, maka judul di sini saya samain ah.. (Boook, tetep lho!! :D)

Ada apakah antara Rembulan Indira Soetrisno dengan Joshua JFlow Matulessy??


Dijawab:
*nyanyi*
Ada cinta yang kurasakan saat bertatap dalam canda..
Ada cinta yang kau getarkan saat kuresah dalam harap..
Oh indahnyaaaa..

Senyum dulu ah.. *kinyis kinyis*

PS: Yak, yang ga tau itu lagu siapa, itu lagunya Bening. Tapi lalu dinyanyikan kembali sama SM*SH. Dan karena saya SMASHblast (dan lebih suka versi SM*SH - yeah, judge me.. :p) jadi yang saya tampilkan yang vclipnya SM*SH yaaaaa..


Udah ini terakhir ttg Bang Ryan, sumpe!! :Dv

Feb 6, 2012

Sakit ati..

Dan ketika pagi ini saya mengungkapkan mimpi saya untuk dapat memeluk Ryan Gosling setiap harinya, jam 14.43 saya menemukan foto ini di Fimela..


Uoooohhh!!! Aku sakit atiiii.. Ahuhuhu.. Bang Ryan rangkul Olivia Zalianty.. Ahuhuhu.. Aku cemburu.. (ya antara cemburu sama iri emang beda tipis ya.. :D)

Aku sebel sama kamu Bang Ryan!! *pukul-pukul manja dada Bang Ryan*

Senyum dulu ah.. :) *lalu plungkerin bibir ke Olivia Zalianty*

PS: Oke, kalau ada Ryan Gosling depan muka saya apa saya berani minta foto sama dia? Sejujurnya, ENGGA.. Huahahaha.. Maluuuuu.. Lagi kepentingan amat punya foto sama Bang Ryan, dia aku tag di hati, ga di foto.. Tsah!! Aih sedap Bulaaaan!! :)))

dreambrave..

Sebelumnya, iyaaaa, sudah pasti saya kalah dalam tantangan untuk memproduksi satu tulisan per hari
(yang dibuat oleh saya sendiri..) Jiaaaahh.. Layu sebelum berkembang banget deh siBulan ini.. -___-"

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Pertama kali dengar kata dreambrave dari Joshua (yaiyalah, itu judul album dese) dan berpikir apaan sih inih dreambrave. Cuma ga berani bilang ya daripada saya menyakiti hatinya. Kekeke. Lambat laun, sering mendengar, saya jadi berpikir, ini kata yang bagus ya. Bermimpi berani, berani bermimpi.

Saya orang yang (tadinya) meyakini bahwa semua bisa dimulai dari usaha, tapi jauh sebelum itu, saya tidak menyadari bahwa usaha itu dibangun dari sebuah mimpi. Mimpi akan sesuatu. Yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah usaha mewujudkan mimpi. Itu indah deh kalau terwujud. Kalau engga? No worries, biarin aja tetap menjadi mimpi. Ga dosa ini punya mimpi. Hehehe.

Dan, asiknya, mimpi itu free. Gratuit. Ga harus bayar. Di era dimana pipis aja bayar dua ribu, bermimpi dengan gratis itu menjadi sebuah hal yang menyenangkan kan. Kita diberikan kebebasan dalam bermimpi. Dan bermimpilah dengan berani. Karena dalam mimpi, ga ada batasan apa-apa. Itu arena menyenangkan di mana kita bisa menjadi apa dan siapa saja yang kita inginkan. Nah jadi uda seasik itu, kenapa ga punya mimpi? Kenapa ga bermimpi? Sayang lho waktunya terbuang padahal bisa diisi dengan mimpi. :p

Lalu apa sesuatu yang diimpikan bisa terjadi hanya dengan bermimpi? Nah itu lain cerita. Jawabannya ya sudah pasti, tidak. Mimpi itu bisa dua. Bisa sesuatu yang akan lebih baik tetap menjadi mimpi (seperti halnya mimpi saya bisa memeluk Ryan Gosling setiap hari) dan sesuatu yang akan lebih berfaedah (berfaedaaaaaahhh...) kalau menjadi kenyataan. Nah yang tipe kedua tentu harus dibarengi sama usaha. Udah usaha aja belum tentu jadi kenyataan kok (yak, dari naikkin harapan orang, terus langsung saya jatohin aja gitu..hihihi..maap.. *salim*), tapi kata Bli Ananta, "Orang boleh punya rencana (dan mimpi) tapi jangan terpaku sama rencana (dan mimpi) itu, kalau terwujud, bersyukur, kalau engga, ya ngga papa." Dan saya rasa bener juga ya itu. Toh membiarkan suatu impian tetap menjadi mimpi itu bukan hal yang salah.

Jadi, milikilah mimpi. Mimpi itu yang membuat kita hidup. Mimpi yang membuat kita punya bayangan akan ada sesuatu (yang manis) menunggu di ujung jalan sana. Mimpi yang membuat kita yakin untuk terus berusaha setiap hari jam menit dan detiknya. Livin life!! Dreambrave!!

Yuk mari kita bermimpi.. ;) *lempar kecup basah ke udara sambil lari-lari kecil* <-- ga usa dibayangin..

Senyum dulu ah.. :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Btw, kalian kalau lagi mimpi pas tidur itu emang hitam putih ya? Saya suka bingung kalau dulu lagi cerita-cerita soal mimpi sama Andre, kata Andre saya bermimpi dengan detail banget. Ada warnanya, jalan ceritanya, semua tergambar jelas. Saya jadi kepikir, mungkin saya udah ga bisa bedain mana kehidupan nyata mana mimpi mana khayalan ya. Hahaha. *tertawa getir* *getir menyambar lalu hujan deras* *itu petir Bulaaaaan!!* Dah ah..

Toodles!! *melengos manis*

Feb 4, 2012

Stop and Stare..


This was taken today at 4.05 PM.
I was inside Bombom.
Kuningan yang lengang. 
Saya benar-benar berhenti di jalur cepat, menyalakan hazard,
(setelah sebelumnya melihat spion belakang dan mobil di belakang jauh sekali jaraknya) 
untuk memotret ini. 

Kapan terakhir saya menikmati berkat Tuhan berupa bias sinar matahari yang hampir tenggelam?
Yang biasnya menimpa sebuah gedung tinggi yang saya lewati setiap hari?
Yang biasnya menyiratkan keindahan bermaha?
Yang luput dari pandangan?

Stop and stare. 
Saya kehilangan banyak momen mensyukuri keindahan dalam rutinitas setiap harinya.
Saya melewati jalan ini, setiap hari, dan tidak pernah diam memerhatikan.
Bias sinar kasih Tuhan bisa begitu mengindahkan bangunan buatan manusia ya..

:)

Senyum dulu ah.. :)

LOL..

Yak!! Dan baru tanggal empat, saya sudah melewatkan satu hari tanpa mengetik di blog ini. Katanya sehari sekali, Laaaaaan.. :D (eh beneran deh, semalam saya sudah dapat ide mau menulis apa, tapi karena saya mahasiswa yang baik, saya menyelesaikan tugas response paper saya dulu. Kekekeke.. *alesan*)

Eh eh, pernah melihat orang yang lagi diam-diam biasa saja terus tetiba senyam senyum atau giggling gitu? Atau kalian pernah begitu? Engga ya? Kok engga sih, saya sering lho. Sering mengingat suatu kejadian yang lucu di masa lalu lalu tertawa sendiri. Hehehe. I know, sounds weird, tapi ya, menjadi gila dan 'ajaib' itu suatu hal yang inovatif bukan? *sak karepmu Buuul*

I often remember, waktu ke Belitong kemarin sama abang, kami ke SD Muhammadiyah Gantong yang jadi set film Laskar Pelangi. SDnya di atas bukit berpasir putih gitu. Motor diparkir di bawah lalu kami naik ke atas. Sampai di atas kami berjumpa dengan seorang bapak. Kami senyum-senyum dan menyapa lalu bapak itu bilang dengan datar "Itu motor." sambil menunjuk ke arah motor kami yang diparkir di bawah. Saya dan abang menjawab santai "Iya.." sambil tersenyum lalu melihat ke arah motor kami, dan HIYAK!! Kami langsung ngakak, di sana lah di bawah bukit berpasir putih itu, motor sewaan kami sudah tergeletak tak berdaya, jatoh aja gitu. Hihihi. Just funny membayangkan kembali bagaimana posisi motor tanpa daya itu dan bagaimana si bapak dengan datarnya cuma ngomong "Itu motor.." Hihihi.


I often remember, saya dan Dea habis makan di kantin sekolah, di jam istirahat kami. Makan somay sambil ngobrol-ngobrol asik. Lalu melihat jam dan sudah dekat waktu kami masuk kelas maka kami beranjak. Tapi masih ada waktu sekitar lima menit jadi kami santai berjalan, tiba-tiba "Mbak mbak.." kami dipanggil mas-mas di belakang. Kami menengok dengan cuek (gaya saya dan Dea banget deh ini). Tapi kecuekkan langsung luntur begitu mas-mas itu berkata "Somaynya belum bayar, mbak.." HIYAK!! *njomplang* Kami cengengesan dan minta maaf dan membayar lalu buru-buru pergi dari kantin itu. Untung bukan jam istirahat anak-anak, jadi ga gitu rame kantinnya. Hahaha. ME MA LU KAN!! *toyor Bulan!! toyor Dea!!*


I often remember, kemarin saat saya dan Silka ke Melaka, kami berkunjung ke Cheng Ho Museum. Guidenya seorang auntie, Chinese, sekitar 30-40tahun, dengan Bahasa Melayu peranakkan medhok. Kami ho-oh ho-oh aja sama apa yang dia katakan walaupun sulit sekali mencerna penjelasannya. Sampai kemudian auntie menjelaskan tentang anjing. "Anjing no ya, tidak boleh. You lihat ada anjing, you pergi, you hindar itu anjing. You lari. Karena apa? Karena kalau you kena sentuh badan anjing ya, you harus cuci bagian yang kena. Pake pasir ya, dan aik hujan. EM PAT PU LUH SEM BI LAN KA LI!! Whaaaaa.. Empat puluh sembilan kali ya.." Sampe situ saya uda kulum-kulum senyum tu, entah Silka gimana, mukanya si serius. Lalu auntie melanjutkan dengan "Jadi kalau you lihat ada anjing di depan ya, you lari. You kena anjing, YOU MATI!!". Saya uda nahan tawa saya beneran, abis auntienya serius gitu nunjuk-nunjuk saya dan Silka pas bilang "you mati". Hihihi. Pas pulang, di bis menuju Pasar Minggu, saya dan Silka mengulang-ulang kejadian ini dan kami ngikik-ngikik bersama. Ternyata Silka juga pengen ketawa kemarin, tapi ga enak sama auntienya yang serius gitu. Hihihi. You kena anjing ya, YOU MATI!! :))))


I often remember, saya sekamar dengan miu saat di Hong Kong. Kamarnya kecil, we barely walk, tapi karena saya sama miu cuek jadi ya asik-asik aja. Nah di kamar kami itu ada jendela, saat kami singkap tirainya, gelap sekali. Host kami di sana adalah seorang kulit hitam yang emosian banget sering marah-marah ga jelas. Nah si host ini tinggal di kamar yang berbatasan dengan kamar kami sehingga menurut pemikiran kami, berarti jendela itu mengacu ke kamar si host. Keisengan kami adalah, kami - dengan posisi merangkak- ngintip di jendela itu, cekikikan berpikir si host lagi ngapain di dalam. Wajah kami semakin dekat dengan jendela karena kok gelap banget, ga keliatan apa-apa. Selama lebih kurang tujuh menit kami memertahankan posisi itu untuk mencari secercah intipan ke kamar si host sampai kemudian kami capek sendiri, pengintaian tak membuahkan hasil. Besoknya saat cerita ke teman-teman, Mbak Tari dengan santainya ngomong, "Itu kan jendela boongan, di sebelahnya ya langsung berbatasan sama tembok." Saya dan miu liat-liatan lalu ngakak sengakak-ngakaknya. Yampun kok kami ga terpikir itu jendela boongan sih?? Pantes gelap bener!! Sampe dua puluh empat jam nangkring ngintip-ngintip di situ juga ya gada hasil, wong batasannya sama tembok. Hahaha. Dodol!!


Sekarang segini dulu aja 'I often remember'-nya ya. Kapan-kapan dilanjut lagi. Coba deh kalian inget kejadian-kejadian lucu yang pernah terjadi. Yang kalau diingat bisa membuat kalian senyum-senyum sendiri. Ga penting sih, cuma senang aja, life becomes easier when you have something to laugh on, aite, eventhough it's your own foolishness. :)) Kalau kata Nenek Osano di buku Saga no Gabai Bachan, "Tertawalah saat orang terjatuh. Tertawalah saat diri sendiri terjatuh. Bagaimanapun semua orang memang lucu." Hihihi..

Senyum dulu ah.. :)
-Bulan yang lagi joget goyer-goyer karena response paper sudah selesai dan presentasi untuk Jumat sudah lebih 'cerah'- ;)

Feb 2, 2012

Review Random: Ini itu..

I challenge myself to write everyday for this month. Easy as I thought, hard as I began to think about what to write, everyday. Hahaha. Payoye. Baru tanggal dua uda bengong mau nulis apa. +___+

Jadi sekarang saya mau nulis review subjektif saja tentang beberapa hal. Sudah lama mau menulis tentang ini tapi lupa-lupa mulu (sampun sepuuuh.. :p) jadi sekarang dikumpulin dan dimulai saja. ;)

Disclaimer: I write from the beginning that this post is a subjective review, no intense to give the brand a bad reputation whatsoever. All of the reviews is based on my personal experience. :) Thank you. :)

1. Bakerzin -- YAY!!
--> Tidak perlu ditanyakan ya, saya sudah beberapa kali menyebut nama ... (oke, saya bingung, Bakerzin ini teh bukan resto kan ya? Coffee shop juga bukan. Ini disebutnya apa deh? Dessert house?) di blog saya. Keberadaannya cukup mudah ditemukan. Saya beberapa kali datang ke Bakerzin di PIM dan seringnya ke Bakerzin yang di Citos (hai Mbak Devinaaaa.. :p). Yang harus dicoba dari Bakerzin adalah Irish Baileys Souffle-nya. Bayangkan bagian atas dari souffle yang renyah berpadu sama krim Baileys meleleh di dalam mulut. Beeeeuh!! Surga dunia!! Pelayanannya ramah, harganya memang agak mahal, tapi ya kalau sesekali makan yang mahal tidak apa, itung-itung menghadiahi diri sendiri sebuah surga dunia. :p Yang saya kurang suka adalah suasananya. Formal sekali. Kursi tinggi-tinggi dan minim sofa. Agak kurang homey sebetulnya. Juga jarak antara satu kelompok kursi dengan kelompok kursi lainnya agak terlalu dekat jadi susah kalau bawa baby, high chairnya atau strollernya jadi bingung mau ditaruh di mana karena kalau ditaruh dekat kursi, akan menghalangi jalan (curhat sebagai nanny-nya Baby Radja..hahaha).

2. Ra Sushi -- NAY..
--> Kali pertama saya ke Ra Sushi, di Citos, menjadi kali terakhir saya menyambanginya juga. Dan sekarang, kami, TFC, selalu cekikikan setiap kali lewat depan Ra Sushi ini karena inget kejadian dulu itu. Saat itu kami berempat, tempat di bagian non-smoking hanya ada dua sofa. Kami menunggu pelayan memberikan solusi apa bisa mengambil sofa atau kursi lain, tapi ngga ada solusi apa-apa sampai kami bertanya "Bisa ditambahkan sofanya mbak?"  dan dia baru menjawab, bisa. Kami belum duduk, dan sofa tambahan belum datang tiba-tiba kami sudah dikasih buku menu. Lhaaaa bagaimana?? Sofanya dulu kek gitu. -__-" Kemudian kami memesan, ngobrol ini itu ini itu lalu kami baru sadar, lah, ini pesanan kami mana deh kok belum datang?? Menanyakan lagi ke pelayan dan dijawab 'Sebentar'. Lalu datang pesanan Mbak Wulan. Mbak Wulan sudah mau habis makannya baru datang pesanan saya. Di tengah saya makan datang pesanan Mbak Teeka. Mbak Teeka sudah selesai makan (semua sudah selesai makan), pesanan miu belum datang. Yang mana sesungguhnya pesanan miu (saya lupa apa namanya) adalah yang paling mudah dibuatnya. Weehee!! Miu bertanya ke pelayan, dijawab dengan nyolot "Iya belum, sabar Bu.". JRENG banget ga tu?! Kami masih santai. Tunggu punya tunggu, ga datang-datang juga. Miu nanya lagi dan kali ini uda ikutan nyolot nanyanya. Bertanya apa yang membuat lama? Dijawab "Kompornya cuma ada sedikit. Jadi nunggu." HAH!! Bilang kek daritadi!! Miu uda kesel banget jadi uda marah-marah tu. Menunggu (masih) lumayan lama, akhirnya pesanan miu datang. Lucunya, di tengah miu makan, tiba-tiba tu pelayan datang lalu menaruh mangkok kecil berisi nasi di meja, tanpa babibu, langsung ditaruh aja gitu. Saya *literally* bengong. Miu nanya "Apa ni?" dijawab sama nyolotnya "Nasi!". Dan saya mau ngakak, jelas-jelas miu bilang ga pesen nasi gitu. Ini uda datengnya telat, nyolot, salah lagi. Hihihi. Miu suruh bawa lagi tu nasi dan pelayannya tanpa ada minta maaf atau apa, ngeloyor aja gitu. Kami selesai bayar, lalu bersumpah ga akan balik lagi ke sana. Padahal ya, makanannya enak lhooooo. HIH!! :D

3. Papabunz -- Mmmm..
--> Saya penggemar berat Rotiboy, jadi kalau ada Rotiboy sudah pasti saya mengerjap-kerjapkan mata penuh kebahagiaan. Nah masalahnya, di kampus saya tidak ada Rotiboy, adanya Papabunz. Akhirnya saya mencoba lah itu si Papabunz. Enak si tetap enak, tapi karena saya subjektif dan membandingkannya dengan Rotiboy, Papabunz ini masih kalah. Pertama, kerenyahannya kurang. Kalau digigit masih terasa ketebalan rotinya, sedangkan kalau Rotiboy, saat digigit, rotinya langsung kempes, jadi lembut banget. Lalu, entah kenapa, Papabunz saya tidak pernah cukup hangat. Selalu dalam keadaan biasa saja. Dingin juga engga, tapi hangat juga engga. Lalu rasa kopinya kurang terasa. Saya belum pernah coba rasa lain selain kopi dan vanilla sih, vanillanya ga terasa sama sekali. Kopinya masih terasa tapi tidak terlalu. Ya masih di bawah Rotiboy lah peringkatnya, tapi tetap a go-to kalau saya butuh penyemangat sebelum kuliah. :))

4. Bukabuku Dot Kom -- NAY..
--> Saya sudah beberapa kali beli di toko buku online ini. Tapi kejadian terakhir membuat saya sampai memundurkan nama saya dari penerima newsletternya. Kesel banget. Hehehe. Alkisah waktu itu saya pesan tiga buku, sudah langsung saya lunasi hari itu juga dan konfirmasi pembayaran sudah lunas dari Bukabuku saya terima keesokan harinya. Tunggu punya tunggu, lebih seminggu kok buku saya ngga datang? Saya tanyakan via web. Dijawab bahwa satu buku belum ada, dan di email memberikan pilihan apakah akan menunggu, buku diganti, atau refund untuk yang satu buku? Saya jawab, refund saja dan kirim yang dua. Sudah oke tuh. Tiba-tiba selang dua hari, dia email bukunya sudah lengkap semua dan akan dikirim secepatnya. LAH?! Padahal di saat yang sama, saya sudah memesan buku yang dia bilang ngga ada, di toko buku lain. GLEK banget kan tuh. Lalu saya kasitahu di email, kan sudah minta refund dan kirim yang ada saja, dan memberitahu saya sudah pesan buku yang sama di toko buku lain. Tapi dicuekkin. Krik krik krik. Dan tiba-tiba datanglah si buku itu. TIGA. Lengkap!! HUH!! Selang sehari, datang buku yang sama, yang saya pesan di toko buku online lainnya (pesannya selang sepuluh hari-an, datangnya selang satu hari). Jadi saya punya bukunya dobel. Kesel! Langsung unsubscribe newsletternya, dan ga mau lagi pesan di situ. Hihihi.

4. Bukukita Dot Kom -- YAY!!
--> Nah ini akhirnya jadi tempat saya beli buku sekarang. Pelayanannya baik, diskonnya oke, komunikasi lancar. Dikasitau kalau buku engga ada (kemarin saya pesan Joker dan ngga ada) tidak sampai harus saya yang nanyain. Lalu saat saya minta direfund untuk buku yang ngga ada dan dikirim untuk yang lain, segera dikirim dan direfund juga uangnya. :) Sipirili lah. Hehehe.

5. Kenko -- Citos?? YAY!! PIM?? NAY..
--> Seminggu sekali TFC pasti ada acara refleksiologi bareng. Dan pilihan utamanya pasti ke Kenko. Nah karena kami banci Citos, jadi lah Kenko yang sering kami sambangi yang di Citos. Pernah sekali ke Kenko PIM, tapi ngga enak, ruangannya kurang enak, pijatan terapisnya juga kurang enak. Lucunya, kami tahu bahwa terapis Kenko ini dirolling setiap beberapa saat sekali, tapi entah kenapa, terapis yang di Citos sudah pasti selalu enak memijatnya. Padahal mungkin saja terapis yang di Citos ini adalah terapis yang memegang kami di PIM. Hahaha. Terapis favorit saya Mas Yusuf namanya, gendut ipel-ipel gitu orangnya. Kalau lagi memijat sepenuh hati bener. Dan dia tahu saya suka tidur kepompong, jadi kalau saya sudah tidur, dia akan menjaga selimut terus menutup seluruh bagian tubuh saya, kayak kepompong, kayak bayi dibedong. Hehehe. Sekarang Mas Yusufnya lagi ngga ada di Citos, entah lagi di Kenko mana. Huhuhu. Tapi seperti yang saya bilang, terapis di Citos itu enak semua. Jadi ya kalau ke Citos sih, sama siapa aja juga hayok. Hahaha.

Hari ini sekian dulu reviewnya ya. Kapan-kapan review lagi. :)

Senyum dulu ah.. :)

Feb 1, 2012

Persepsi Ibu..

Bagaimana sih kalian mempersepsikan seorang ibu yang sukses?
Seseorang yang 'seharusnya' membuatkan bekal bagi anak-anaknya sebelum mereka berangkat sekolah?
Seseorang yang 'seharusnya' memeluk anaknya dengan penuh kasih saat menangis?
Seseorang yang 'seharusnya' menerima anaknya apa adanya?
Seseorang yang 'seharusnya' selalu ada?

Saya sering berkata pada Dea, "Motherhood is hard..". Saya sendiri belum menjadi seorang ibu, tapi sedikit banyak, karena jadi tempat curhat para ibu-ibu, jadi cukup mengerti  bahwa motherhood is, indeed, hard.

Seorang murid saya pernah ketahuan mencontek di dalam kelas. Memakai kertas yang ia taruh di bawah meja, saya dapat melihat usaha kerasnya meluruskan kertas tersebut sehingga ia dapat melihat contekkannya namun sedapat mungkin membuat sang kertas tak terlihat mata saya. Terlambat. Saya sudah keburu melihatnya. Saya ambil kertasnya dan saya lihat. Emosi saya turun seketika karena saya tidak melihat tulisan tangan si anak di kertas tersebut. Ia berkata, ibunya lah yang membuatkannya kertas contekkan itu. "Kata mama, supaya nilainya bagus, Miss..". Saya terperangah. Anak ini bukan anak yang kurang, malah bisa dibilang cukup pintar. Apa ibunya tidak memercayai kemampuan anaknya sendiri? Apa yang membuatnya rela membuat kertas contekkan dan menyuruh anaknya memakainya? Persepsi bahwa memiliki anak dengan nilai (mendekati) sempurna di sekolah adalah kenaikan pamornya sebagai seorang ibu? Persepsi bahwa ia harus menjaga nilai anaknya sedemikian rupa (bagaimana pun caranya) untuk menunjukkan pertanggungjawabannya sebagai seorang ibu? Siapa yang membuat persepsi-persepsi tersebut? Siapa yang menaruh seorang ibu dalam kotak persepsi tersebut?

Salah satu buyer saya sering konsultasi tentang perkembangan anaknya. "Wajar ga sih Buy, belum bisa ngomong ini, belum bisa itu. Padahal sepupunya udah. Aduh mau aku sekolahin aja deh ni.." Saya terkekeh saja saat itu menghadapi kekhawatirannya. Anaknya saat itu baru satu tahun lebih tiga bulan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebenarnya. Bagi saya, selama tidak tertinggal jauh, tidak perlu dikawatirkan. Perkembangan setiap anak berbeda-beda, ada yang sampai dua tahun belum bisa berjalan. Ada yang baru sepuluh bulan sudah berjalan. Ada yang sampai dua tahun masih berkata "A.u" untuk 'aku' (yaitu saya!!) dan ada yang dua tahun sudah lancar cas cis cus. Jadi memang setiap anak perkembangannya berbeda-beda. Kenapa buyer saya ini sebegitu khawatirnya? Persepsi bahwa kalau anaknya samarata perkembangannya dengan anak lain maka ia sukses menjadi seorang ibu? Atau dibalik, persepsi bahwa jika anaknya tidak samarata perkembangannya dengan anak lain maka ia tidak sukses menjadi ibu yang baik? Siapa yang membuat persepsi tersebut? Siapa yang menaruh seorang ibu dalam kotak persepsi tersebut?

Seorang blogger, pernah menerbitkan sebuah post, cerita dibalik kelahiran anaknya. Saat itu, ia sedapat mungkin memberikan ASI eksklusif bagi anaknya namun ternyata ASInya belum keluar. Ia menahan diri demi memberikan ASI eksklusif namun akhirnya tidak tahan karena anaknya haus, menangis terus, dan ASInya sendiri tidak keluar-keluar juga; ia pun meminta suster memberikan susu formula untuk anaknya. Dengan kalimat memohon maaf kepada ibu-ibu pengusung ASI eksklusif (yang kadang, bagi saya, saking 'eksklusifnya' malah jadi seperti memojokkan ibu-ibu yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif) atas keputusannya meminta suster memberikan susu formula sementara bagi bayinya. Jadi, apa dengan meminta suster memuaskan rasa haus bayinya walaupun dengan susu formula, ia bisa dikatakan bukan ibu yang baik? Siapa yang membuat persepsi itu? Siapa yang menaruh seorang ibu dalam kotak persepsi tersebut?

Memang, menjadi seorang ibu bukan hal yang mudah. Dan menjadi lebih tidak mudah dengan adanya semacam keharusan dalam memenuhi persepsi akan bagaimana seorang ibu yang baik seharusnya, di masyarakat.

People do forget, bahwa apa yang menjadikan seorang ibu berpredikat sukses adalah apa yang dirasakan seseorang yang membuatnya menjadi seorang ibu, yaitu anak. Maka bila anaknya sendiri berkata bahwa ibunya adalah ibu yang baik dan sang anak tidak ingin mendapatkan ibu yang lain selain ibunya sendiri, why bother the social perception? It is more to the bond, I believe. And bond is beyond scores, check lists of  abilities, and milk. :)

Senyum dulu ah.. :)