Aug 31, 2011

New Hair.. *jogedan*

Yak, ini dia penampakan saya yang terkini. Hihi. Eh tapi sebelumnya cerita dl ah.. *plinplanberat

Bbrp waktu lalu saya ketemu Kaka Debri (teman saya yang kenal dr acr trip ke Pulau Pramuka kebiasaan manggil satu sama lain pake 'kaka' deh, pdhl saya lbh tua jg dr Debri. Haha) utk kasi sepatu pesenannya. Nah saat ketemu dia, waaaaa, saya kaget, rambutnya Debri dipotong pendeeeekk. Dan menurut saya kece beraaat. Saya iri. Ihiks. Pengen jugaaaa. Dari dulu saya selalu ingin punya rambut berpotongan pendek, tapi, most of the time, saya ga tau apakah saya cocok dengan rambut pendek atau engga. Dan kl saya niat untuk bilang "Terserah mas/mbak aja dipotong seperti apa, saya ikut.", pasti pada akhirnya rambut saya dipotong bob Dora. Selalu seperti itu. Boseeen. *lohkokmalahmarah2??* Saya beneran iri sama potongan rambutnya Debri dan niat kl suatu saat saya mau potong gt, tapi digagalkan sama seseorang (eh saya lupa, saya nanya ke siapa ya? Mamahnya Uta atau siapa ya?) dengan perkataan bahwa org yg bertubuh bervolume (iya, saya ga gendut, saya hanya bervolume.. :p lalalala) ga cocok dengan rambut pendek. Ahiks. Tapi kan saya pengeeeen.


Nah beberapa hari setelahnya, saya ketemu teman saya Tasya dan memuji bahwa ia cocok dengan rambut pendeknya skrg, saya penasaran dan nanya dia potong rambut dimana? Dijawab di Kemang. Saya tanya ini itu dan kemudian Tasya bilang "Iya, kl sama Mas Aji ga pake bilang mau potongan kayak gmn, Mas Aji yang kreasiin sendiri sesuai wajah dan tipe rambut.." *mata saya berbinar-binar*. Langsung memburu Tasya dmn persisnya salon Mas Aji ini. Tasya janji mau nanyain ke Mas Aji krn dia lupa persisnya dmn.

Besoknya Tasya kasi alamat salonnya dan dengan semangat dua ribu sebelas berangkatlah saya kesana. Mas Aji ttp nanya mau dipotong spt apa, saya jawab terserah. Mau panjang apa pendek? Terserah. Ada request khusus? Engga, bebas, terserah Mas Aji aja. Keramas, kress kress kress, ngobrol2, lalala dududu, kress kress kress, blow whoooo whoooo whoooo, tata tata dan JRENG!!! Inilah saya!!


Hehehe. Puas banget sama hasilnyaaaa. Tadinya kl Mas Aji motong rambut saya bob Dora lagi, saya sdh siap2 mau pingsan deh. Hehehe. Ah saya merasa jadi perempuan kece masa kini bangeeet sekarang. Aha!!

Senyum dulu ah.. :)


PS: Salonnya Mas Aji ternyata sering jd acuan aktris2 sinetron utk potong rambut, krn itulah kenapa Mas Aji pake nanya ada request khusus atau engga krn biasanya bbrp aktris potong rambut sesuai dengan tuntutan peran atau permintaan produser. Membuat saya berpikir, ah berarti saya kece banget ya potong rambut di tempat yang sama ma aktris2 itu. Hihihi. *idungkembangkempis* Pemikiran selanjutnya adlh kl Mas Aji pake nanya ke saya ada request khusus atau engga berarti Mas Aji sempat terpikir saya punya tuntutan peran/produser donk ya? Berarti saya cocok jadi aktris sinetron donk ya? Aaaah.. Ihihi.. Jogedan!!

*foto2, siapin portofolio, kirim ke production house*

Lalalalala...

Aug 25, 2011

Gonna..Cut..My..Hair..Short(er)!!

Gonna cut my long hair short (or shorter) today.. 
Ahirnya menemukan stylist yang bs tdk bertanya "Mau dipotong kyk gmn mbak rambutnya?" Hehehe... 
Ooooh, I'm so thrilled!! Woohoo!!!

Post the pic later.. :)

Toodles!!

Senyum dulu ah.. :)

Woohoo.. Ak tak sabaaaarrrr...

Dadaaah...

Jar of Hearts -- POOF!!

Saya jatuh cinta dari saat pertama ketika mendengar lagu ini ditarikan Billy dan Kathryn di So You Think You Can Dance. Lagu ini, sesuatu banget!! Hehehe. Baru semalam saya tahu yang menyanyikan Christina Perri. Dan saat lihat foto penyanyinya, tb2 saya inget Kat Von D. Hahahaha. 


I know I can't take one more step towards you
'Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore
You lost the love
I loved the most

I learned to live, half alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

And it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
'Cause you broke all your promises

And now you're back
You don't get to get me back

And who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Don't come back at all

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?


Christina Perri
Kat Von D


Dan ini VCnya. I don't really like the video thou, kecuali bagian Perri nyanyi dan belakangnya pere2 itu nari. Nah di situ bagus deh. Hehehe. Mau masukkin videonya saat Billy dan Kathryn nari ternyata ga msk di blogspot. Hehehe. Jadi yang ini aja ya.... :)



Don't come back for me
Don't come back at all
Who do you think you are?

:)

Senyum dulu ah.. :)

Aug 23, 2011

Grrr... Uhuk uhuk.. Hehehe..

Ih saya kesel.. :(

Hehehe.. Permulaan tulisan yg krg oke. Jadi mari diulang dengan salam..

Haiiiii....
Saya lagi kesel!! *teteeep* Hehehe..

Apa yang kalian rasain kalau kalian terdampar di suatu tempat, satu2nya tempat dimana kalian bisa duduk, dan ternyata ada sesuatu yang bugging you so much tp kalian ga bisa ngapa2in. Jd fed up. Bete pun. Nah itulah yang sdg saya rasakan. Hehehe.

Saya terdampar di Cream n Fudge Factory di Setiabudi One ini. Menunggu seorang klien yang akan dtg mengambil sepatu krn bsk sudah akan dipakai dia manggung. Niat hati ingin ke Sushi Groove, sayangnya semua tempat rupanya sedang penuh krn sedang jam buka puasa. Sampai ke Kopi Tiam pun penuhnya menggila. Nah saat saya melihat di sini agak kosong maka saya langsung masuk lah. Tapi lalu menyesal. Hehehe.

Saya memilih ruangan di dalam, yang berpendingin udara dengan maksud supaya terhindar dari asap para perokok (yang menurut hemat saya pasti merokok di ruangan yang terbuka di luar donk), tapi ternyata e ternyataaaaa, baru duduk delapan menit, perempuan di sebelah saya merokok. Saya sudah menampilkan wajah bingung menatapnya. Tapi dia tdk merasa dan tetap menghembuskan asap Marlboronya dengan cuek. Saya panggil mas pelayan dan bertanya (dengan pelan, karena saya sopan, hehe) apakah memang boleh merokok di ruangan dalam ini dan dijawab boleh. JENG!!! Trus ngapain punya ruangan berpendingin udara kalau orang boleh merokok di dalamnya cobaaa???

Jadi daritadi saya batuk2 di dalam sini sementara klien belum datang.. :( Belakang saya merokok, sebelah kanan merokok, untung sebelah kiri engga. Depan saya tiang jd ga usa ditanyain lah apa sebenarnya dia mau merokok atau engga ya. Ruangan ini berkabut. Di belakang saya itu dua ibu2 dan satu bapak2, merokok semua. Sebelah kanan saya dua bapak2 dan merokok semua. Jadi ada lima orang merokok di ruangan ini dan keadaan udara sudah berkabut aja gt. Berkabut asap rokok. Hehehe. Yang lebih memesona adalah, di ujung ruangan ada empat perempuan yang tdk merokok dan mereka cekakakan tertawa2 sambil batuk2 karena asap di sekelilingnya penuh sekali. Gila. Kok mereka tahan ya? Hehehe.

Tulisan saya ini tdk menyalahkan perokoknya lho ya. Karena faktanya, pelayan mengatakan memang boleh merokok di dalam jd wajar lah kl mereka merokok. Tapiiiii, mereka kan punya otak ya. Punya pikiran, masa iya ga bs nyadar si ini ruangan tertutup (ok salah, saya ngintip  ternyata pintunya dibuka. Pintunya doank tp smntr sisi lain tertutup semua). Saya dl jg merokok, merokoknya juga parah, tapi setidaknya saya masih berpikir saat mau merokok. Kalau memang ruangan berpendingin udara dan tertutup ya saya ngga merokok lah. Di kosan aja dl saya ga pernah merokok di kamar (walaupun kamar saya sendiri) karena memang ga enak ruangan berasap itu. YUCK!!

Lalu kenapa ga pindah Lan? Frankly, saya membawa laptop dan tas saya berat. Jadi akan menyulitkan kalau saya harus berpindah tempat. Daaaan, saya blm cek tempat lain apakah ada kursi kosong krn lalu lalang orang di luar pun masih sangat ramai. Jadi yasudahlah, terdampar di sini saja. Nasib. Semoga saya tdk harus lama di sini... Hehehe.

Tapiiii, ada satu hal yang msh bs bikin saya senyum2 sampai skrg. Tadi saat beli ice creamnya, saya beli single scoop. Nah setelah saya itu ada mas2 yang nyoba bbrp rasa dl. Saat saya sdg memilih topping (single scoop gratis satu topping), dia akhirnya memutuskan memesan double scoop. Dan saya memilih Oreo jd topping saya. Lalu pelayan menanyakan si mas mau topping apa? Si mas menjawab ga mau, mau plain aja. Dan entah emg muka saya kyk gmn ya. Kayaknya saya *mungkin* membelalakkan mata saya ke arah dia krn tb2 si mas itu bertanya "Kamu mau jatah topping saya?". Huahahaha. Dan dengan tanpa malu2nya saya mengangguk aja loh. Sumpah itu di luar kesadaran saya. Beneran deh. Saya kan aslinya pemaluuuu. Kekekeke. Dan di sinilah saya, menikmati single scoop ice cream vanilla dengan TIGA topping.Yap, TIGA. Karena topping gratis dr pesanan saya satu dan topping gratis dari pesanan masnya DUA!! Hahaha. Saya merasa terberkati sekali. Hehehe.

Ya seengganya masih ada yang bisa membuat saya tersenyum lah dr tempat ini. Hehehe.

Senyum dulu ah.. :)

Aug 22, 2011

MEGERRRR!!!

Jam empat dua delapan pagi dan saya belum tidur dari semalam..

Mata MEGERRR!!!

Inilah akibat dari tidurnya saya di siang hari..

Grrrrr.... Tutup mata, kebuka lagi..
Tutup mata kebuka lagi..
Tutup mata kebu... Ah sudahlah..
Hehehe..

Senyum dulu ah.. :)


Aug 21, 2011

Bencong..

Halo Pak.. Sbntr lagi saya sampe ya..
Halo.. Ini siapa ya?
Laaah, ini Bulan paaaak...
Hah.. Lho non kok suaranya kayak bencong?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yak itulah sejumput percakapan yg pada akhirnya membuat saya dilema. Dilema mau memutus hubungan kerja dengan pak mandor saya yang mengangkat telp dan mengatakan suara saya spt bencong, atau mau tertawa saja. Ya pada akhirnya saya lebih memilih menertawakan saja krn itu yang paling mudah dan tanpa resiko. Hehehe.

Suara saya memang masih serak, padahal Puji Tuhan batuk saya sudah reda. Jadi kalau di telp, suara saya memang terdengar serak2 maksa gt. Ingin hati saya menjadi penyanyi jazz, tapi alih2 pak tukang malah menganggap suara saya kayak bencong. Hih.

Speaking of bencong, kata ini menimbulkan kelucuan pada diri saya. Di satu sisi saya takut sekali menghadapi mereka, di sisi lain saya penasaran. Saya masih ingat ketika dulu saya jalan sama Tama, Opik, dan Putri (hey nama kalian kl disingkat jadi TOP!! Hahaha); dan Tama (dengan ketidaktahuannya) membawa saya ke Taman Lawang. Hadeeeeh. Keringat dingin saya. Beneran takut. Kenapa takut? Karena bagi saya, bencong atau mari kita lanjutkan dengan kata "waria" itu adalah perempuan manis di luar dengan lelaki tersakiti di dalam, jadi bagi saya, itu menakutkan banget. Hehehe. Mereka bs manis di menit pertama, lalu (dalam bayangan saya) menarik mengguncang dan bahkan menyeret saya kalau mereka tdk suka. Huaaaa. Ini entah saya yang kebanyakan nonton drama apa emang bs gt deh? Hehehe.


Nah jadi, ketika saya menyetir sendirian dan ada waria ngamen, saya akan buru2 keluarin uang lima ratusan (krn mereka ga mau lhooo dikasih seratusan atau dua ratusan..hehe), buka jendela sedikit dan kasi uangnya. Sampai kemudian saya ketemu Mbak Rika. Mbak Rika ini sbg laki dia ganteng (saya pernah lihat dia ketika tdk sedang beroperasi..hehe) dan sebagai perempuan dia manis. Beberapa kali dia ngobrol sama saya. Lampu merahnya memang lama di tempat dia biasa mangkal. Kami mengobrol dengan jendela hanya terbuka sedikit krn saya masih takut, dan Mbak Rika jg ngga keberatan. Ngobrol santai diawali ketika dia lihat saya batuk dan saat saya memberinya uang, dia memberikan komentar "Kakak minum obat yaaaa. Batuknya kasian tuuu. Bikin capek." Saya terperangah. Hehehe. Beneran melongo. Kemudian dia berlalu.

Beberapa hari setelahnya, saya bertemu lg dengan Mbak Rika. Saya membuka sedikit jendela dan mengangsurkan uang dan Mbak Rika menyapa "Eh, kaka cantiiiik. Uda sembuh sayaaang?" dengan suara lemah lembut. Saya jawab "Puji Tuhan sudah.." dan kami akhirnya berbicara. Karena saya masih takut, saya takut menanyakan hal2 pribadi, jadi ya kami berbicara tentang yang umum saja. Tentang cuaca, tentang hujan, tentang kemacetan. Ya yang standar lah. Kemudian saya iseng bertanya "Mbak, gapapa ni ngobrol sama aku? Sayang kan ga dapet uang dr mbl belakang..". Dan jawabannya mengagetkan saya..

"Ah, ga dapet uang dr mbl belakang si gapapa jg kak. Ak seneng bs ngobrol sama kaka cantik. Jarang ada org kaya yg mau ngobrol sama ak. Ya kan ak cuma sampah masyarakaaaat.."

JLEG!!!

Jadi... Kalau selama ini saya takut utk mengobrol dengan mereka, saya sama aja dengan orang2 yg menganggap dia sampah masyarakat donk ya. Huaaaaaa. Jahatnya. Sejak saat itu, saya selalu membuka kaca sedikit lebih lebar (sedikit ajaaaa.. kan ttp harus waspadaaa.. hehehe), dan tersenyum saat memberikan uang. Kdg saya menyapa "Pagi mbak.." atau "Malam mbak.." dan pasti dijawab balik lhoooo.

Kata Mbak Rika, selama pengemudi tdk usil dan gada niatan apa2, mereka jg sebenarnya ga akan ngapa2in. Lebih lanjut saya pikir, ya iyalah mereka ga akan ngapa2in, kan mereka kerja jg ya. Itu kerjaan mereka. Menjadi waria. Dan seharusnya mereka dapat rasa penghargaan jg ya. Bagus mereka ga ngemis.. :)

Jadi apalah arti sapaan singkat yang tulus kepada sesama? Ga bikin kita miskin jg kok. Malah bikin hari kita bs lebih bahagia. Ga dijawab sapaannya jg gapapa, yang penting kan kita uda legowo nyapa dan menebarkan senyum. :) Banyak pahala, banyak temannya. Ihiy..

Selamat pagi semuaaaaaa.. 


Saya belum tidur niiii.. Hehehe..

Senyum dulu ah.. :)

Blek...Zzzzz...

Aug 15, 2011

Bebeeeeb.... :)

Pernah dengar kata panggilan itu diucapkan di dekat kamu? Tidak harus ditujukan ke kamu, tapi terdengar saja di sekelilingmu. Apa yang kamu rasakan? Geli, lucu, romantis, atau biasa saja?

Penggunaan kata 'bebeb' memang ahir2 ini sering sekali dibicarakan. Sebagian orang merasa risih mendengarnya. Alay berat katanya. Saya sih tersenyum saja. Bagi saya, penggunaan kata 'bebeb' ya hanya merupakan kata panggil biasa. Sama dengan penggunaan kata 'bang' atau 'mbak' atau 'mas' atau 'say' atau 'yank'. Sama jg dengan penggunaan kata panggilan 'ayah' atau 'papa' bagi mereka yang telah berkeluarga (atau belum). Jadi tdk ada salahnya ah. Itu baik2 saja. Kecuali dia memanggil kekasihnya dengan panggilan be-tiga-be-tiga-be, nah itu baru alay namanya. Hihihi.

Saya sering tertawa (atau iya, menertawakan) ketika ada orang yang mengatakan "Apa si loe babab bebeb babab bebeb? Risih gw dengernya.." Lhaaaaaa, ya kl gt saya jg risih ah mendengar kamu memanggil suamimu dengan sebutan 'ayah'. Saya jg risih ah mendengar kamu memanggil kekasihmu dengan sebutan 'yank'. Karena semua sama aja. Ya cuma kata panggil aja. Bebeb datang dari kata babe (beib) yang artinya sayang. Mungkin jg dari kata 'bebe' yang artinya baby (atau bisa diartikan sayang jg). Sama jg dengan panggilan 'schat' atau 'darling'. Jadi kenapa si 'bebeb' harus dianaktirikan? Kenapa dia tdk boleh dieksiskan dalam ranah perbahasaan? Kasian tauuuuu. Dia kan cuma pengen eksiiis.

Seorang teman yang lain mengungkapkan kerisihannya mendengar kata 'bebeb' diucapkan (atau dituliskan) bagi mereka yang baru pacaran. Lhaaaa ini lebih lucu lagi. Masa kata panggil tertentu tdk boleh diucapkan ketika mereka masih dalam taraf hubungan tertentu?? Jadi kalau dia risih dan semua orang risih mendengarnya, orang-orang yang berpacaran harus memanggil pacarnya dengan sebutan apa donk? 'Tong' gitu? Atau 'malih'? *deilah pilihan saya Maliiiih, ketauan banget angkatannya.. :p

Jadi, menurut saya sih, biasa saja lah dengan kata2 panggil itu. Tdk usah terlalu ekstrem menolak karena mungkin ada suatu masa dimana kamu (akan) menggunakan kata panggil itu jg. Ga usah merasa risih lha wong itu hanya sebuah kata kok. Risih itu, kalau saya, justru kalau ada orang yang manggil saya "Eh NJING!!", nah itu saya risih deh. :p Puji Tuhan sampai sekarang belum ada yang panggil begitu. Jangan sampeeee ya Tuhan jangan sampeee.. *ketokmejakayutigakali

Dan, kalau penggunaan kata 'bebeb' itu hadir dari perasaan kasih dan menimbulkan perasaan kasih, bukankah itu baik ya? Apa jadinya dunia kalau ungkapan kasih seperti itu dihilangkan? Kurang warna ah. Kurang senyum. Kurang kasmaran.

Jadi, 'bebeb' sih bagi saya baik2 saja, lumrah saja digunakan. Maka saya kadang menggunakannya (along with 'cinchaaaa..' :p), kalau risih ya maaf aja yaaaa. Tutup kuping aja gih. Biar hidup kalian putih2 aja gada cipratan cinta merah muda. Ya ga beb??? :p

Senyum dulu ah.. :)

Aug 11, 2011

Dia (hanya) seorang anak..

Pernah berpikir kehidupan kalian keras dan berat? Pernah ingin teriak pada Tuhan bahwa hidup ini ngga adil? Saya pernah, sering malah. :p Dan saya selalu terpesona akan bagaimana Tuhan "mencolek" saya untuk kembali bersyukur atas apa2 yang sudah Dia berikan. Salah satu caranya adalah dengan melihat mereka yang lebih kurang beruntung dari saya. Kalau ada orang yang lebih kurang beruntung dari kalian, your life suddenly doesn't look that hard, aite? :)

Hari Minggu kemarin saya mengikuti proyek komunitas bersama Shoebox Project. Acara diadakan di sebuah rumah singgah di daerah Bukit Duri Tanjakan. Saya, sebagai bagian dari relawan, diminta untuk menemani anak2 jalanan yang akan diberi pengetahuan akan pentingnya kesehatan gigi.

Dan di sini saya bertemu Yeni. Seorang anak berusia dua belas tahun, sudah kelas tujuh, dan berjualan minuman di perempatan jalan sepulang sekolah. Kali pertama saya "menemukan" Yeni, dia sedang duduk diam, melihat kiri kanan, ketika para relawan mencari anak2 jalanan yang akan dibimbing. Ketika saya menarik tangannya, sesungging senyum mengiringi. Dia lega ada "kakak" yang menginginkannya. :)

Kami mengobrol sedikit, ayahnya adalah seorang buruh dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Dia punya satu kakak dan satu adik. Kebutuhan hidup sangat banyak sehingga ketika ia umur enam tahun, ia sudah membantu berjualan minuman membantu keluarga. Saya terenyuh. Bagaimana bisa seorang anak berusia enam tahun berjualan di perempatan jalan yang penuh debu bising dan rawan celaka seperti itu? Not to mention badan Yeni terhitung kecil untuk anak seusianya, saya jadi tdk bs membayangkan sekecil apa dia saat berusia enam tahun? Apa tangan2 kecilnya bahkan sudah cukup untuk membawa beberapa minuman yang dijualnya? Ah.. Hidup pasti memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan emosinya, pikir saya. Dia pasti sangat kesusahan. Dia pasti sedih. Dia pasti selalu menangis. Tapi ternyata saya salah.

Apa terlihat derita yang mendalam di wajahnya? Luar biasanya tidak. Saya melihat Yeni sama seperti anak2 lainnya. Sama seperti murid2 saya. Dia tdk menyimpan beban hidup itu. Dia masih mampu tertawa, tersenyum, berbicara dengan teman2nya dengan asyik. Binar matanya masih ceria. Padahal apa yang perlu dikerjakannya untuk bertahan hidup terhitung sangat berat. Tapi saya masih bs melihat ia tersenyum dan berbahagia.

Melihat itu, saya jadi berpikir. Dan bagaimana bisa kemudian saya mengingkari apa yang sudah Tuhan berikan bagi saya? Yang jumlahnya melebihi apa2 yang pernah saya bayangkan. Bagaimana bisa saya kurang bersyukur untuk hidup saya yang sudah diurusNya dengan baik? Di luar masih banyak orang yang harus berusaha keras memapankan hidupnya bahkan hanya untuk keperluan makan mereka. Bagaimana bisa saya dengan mudahnya menangis ketika apa2 tdk berjalan sesuai rencana dan ekspektasi saya? Ekspektasi apa yang dimiliki Yeni?

Menghabiskan beberapa jam bersama Yeni membuat saya menyadari bahwa Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri. Tuhan tdk akan membiarkan anakNya kelaparan ketika kita sudah berusaha. Tuhan akan mengurus hidup kita. Dan kita harus terus mensyukuri apa2 yang sudah Tuhan sediakan bagi hidup kita. Karena dalam setiap penyediaan itu, terdapat berkat yang luar biasa.

Menghabiskan beberapa jam bersama Yeni mengembalikan arti kata "hidup" dan "tersenyum" untuk saya. Betapa senyum mampu membuat hidup ini mudah. Betapa senyum melepaskan sedikit beban yang menyerang. Betapa senyum mengembalikan kebahagiaan. :)

Dan itu saya dapat dari Yeni. Seseorang berusia dua belas tahun dan sudah bekerja selama enam tahun. Seseorang yang (hanya) seorang anak tapi merelakan hidupnya untuk bersama menanggung beban hidup dengan orang dewasa. Seseorang yang luar biasa. Perpanjangan tangan Tuhan bagi saya untuk kembali bersyukur akan hidup. :) Terimakasih ya Yeni. :)

Senyum dulu ah.. :)

Aug 8, 2011

Ah.. Random..

Seperti biasaaaa. Otak random saya sedang memenuhi pikiran, tubuh, dan jiwa (tsah!!) Jadi mari saya PAMERKAN beberapa foto yang belum sempat saya pamerkan.. Karena hidup itu keren kl bs pamer.. (moto hidup macam apa ituu??? *getokpalabulan)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Ini saya dan Silka yang sedang terkena sindroma belum sisiran. Ketika sdh bunyi cekrek, lalu kami melihat hasilnya, lalu kami lihat2an dan langsung berbarengan mengambil sisir di tas masing2. Haha. Menyisir beberapa saat lalu kami berfoto lagi.

Hasilnya seperti di bawah ini, sbnrnya ga jauh2 amat bedanya cm kami aja yang kecentilan. Hihihi.


Selain berfoto sama Silka, kasian si anak kecil kalau ngga ikut diajak foto, maka mari Linda Martina ikutlah berfoto bersama kami. :) Dan bukan, dia bukan anak SMA.. :P


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Lihat cangkang keras ponsel kamiiiii.. Batiiiikkkk.. ;) 
HIDUP BATIK!! 
HIDUP SAYA!! HIDUP BLI ANANTA!! 
HIDUP!! 
*iki opo tho yooo???*

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sudah lama tak basuo uni. Ini Uni Nielam, kakak kelas saya di kampus. Setelah bertahun-tahun tdk ketemu, sampai uni sdh punya anak, sampai anaknya uni uda bisa jalan, akhirnya kami bertemu jg ahir bulan lalu. Uni memesan sepatu di saya (yang mana dia baru tahu saya punya usaha sepatu ini, padahal usaha ini sudah berjalan hampir lima tahun..hihi..ya selama itulah kami lose contact..hehe) dan saya niatkan menyambangi uni yang lagi bekerja di FX. Hehehe. Dan inilah kami. :)


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya (akhirnya) punya kalkulatooorrr. Hehehe. Setelah pundung ga mau ngitung pembukuan karena malas menghitung pake kalkulator di BB ataupun di komputer (bagus ga dsuru pake sempoa Lan!!), akhirnya di suatu sore sehabis buka bersama di Resto Aceh di Benhil, Silka dan Tami menemani saya mencari kalkulator ini. Saya pengen yang besar dan berwarna. Jadi besar kayak kalkulator toko tapi berwarna biar tetep kece. Penting tuuuu. Setelah beberapa toko kami jelajahi (ok lebay, ini kalkulator ketemu di toko kelima dari resto tmpt kami makan kok..hihi), akhirnya saya membeli ini. Ada dua warna, pink dan hijau, entah kenapa akhir2 ini saya lagi suka warna hijau jadi ya beli yang hijau. Pulang2 langsung ngitung pembukuan doooonk. Kekekeke. Dan skrg kl ada itung2an yang gampang sekalipun, saya insist pake kalkulator ini. Biar seneng aja liatnya. Hahaha. Pak tukang sampe geleng2 kepala sendiri. Hehehe.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan terakhir, ini saya tadi sore sepulang berkegiatan. Pucat karena kesehatan saya drop lagi. Mungkin memang harus istirahat, kebanyakan begajulan. Hehehe. Tadi pagi ketemu Mbak Amy dan sementara beliau bicara, saya leyeh2 aja gt di sofanya. Hehehe. Kliyengan. :( Tapi tenang sodarah2, tdk ada yang perlu dikhawatirkan, everyting is gonna be orait.. Cm butuh istirahat aja.. :)


Udah ah segitu dulu pamernya. Saya sudah merasa kecean skrg. :p

Senyum dulu ah.. :)

Aug 4, 2011

Giveaway.. Give give give away..

Sebelum saya mulai cerita tentang Viet Nam, sedikit post tentang giveaway Idekuhandmade yang saya sponsori ya. 
Uta lg tantrum dan ngambek krn saya ambil alih komputer. Hehehe.

Monggo lhooo di klik link gbr di sebelah kanan bertitel giveaway.. :) Wish u luck!! :)

Senyum dulu ah.. :)

Aug 2, 2011

Zzzzz... Blah..

Just got back from Viet Nam.. 
Kena Post Holiday Syndrome.. 
Jadi maafkan blognya ga diapdet-apdet dl ya.. 
Update otak utk pesanan sepatu dan tas aja kewalahan.. Hehehe..

Dadah..
Jangan marah.. :)

Senyum dulu ah.. :)