Mar 28, 2011

Seyogyanya..

Jadi..Ya begitulah..Hehehe.. *aposeee???*

Ok, jd awal cerita, bulan lalu gaji saya kurang ditransfernya. Hihihi. Jika sebelumnya kurang ditransfernya karena kesalahan bu bos, kali ini saya ga yakin siapa yang salah krn saya merasa saya sudah mengumpulkan daftar hadir guru, tapi karena sudah berlalu lama, saya sendiri lupa. Hahaha. Jadi yasudalahya, saya cengengesan aja pas gaji ditransfer kurang. Hehehe. *PS: di kantor saya, peraturannya, jika gaji bulan ini kurang ditransfernya, maka akan ditransfer bersama dengan gaji bulan depan, jadi menunggu sebulan.*

Nah, permasalahan ternyata mulai timbul. Karena saya lagi ekspansi bisnis ke tas, jadi memang saya berencana memakai sejumlah uang gaji saya untuk menyokong produksi. Nah karena gaji yang ditransfer kurang jadi perhitungan semua kandas sudah donk. Hihihi. Salah perhitungan itu berat penerapannya, Jendral!! Jadi ya saya memang harus menahan diri saya. Menghemat-hemat. Hihihi.

Mamanya Uta uda cekikikan aja tiap kali saya liat kalender. Berharap menutup mata sebentar lalu saat membukanya sudah tanggal 5 April. Tanggal gajian saya. Hahahaha. Dia makin ketawa saat saya liat2 batik dan cices pengen beli tapi inget2 nanti bayarnya pake apa, akhirnya memutuskan ga jadi beli. Hahaha. Untung juragan batik andalan berbaik hati menawarkan batik yang saya inginkan dan saat saya bilang lg gada uang, nunggu gajian, beliau bersiap menyimpankan batik pesanan saya untuk dibayar tanggal 6. Hihihi. Banyak orang baik, Jendral!!

Nah, ini cerita tadi siang. Sederhana dan sesungguhnya ga sebegitunya, tapi rupanya saya masih diberkati Tuhan karena mampu melihat hal ini dari sisi lainnya. Dan untuk yang membaca, dan nanti berpikir bagaimana saya, tenang, saya baik2 saja. Hihihi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi saya kan suka sekali mie kangkung ya. Nah mie kangkung yang juara itu adalah yang di dekat kantor saya. Tadi siang saat saya pulang, saya kayak ingin ingin ga ingin tu mie kangkung. Pas sampe di dekat tempat sang abang, saya masih mikir sayang ah uangnya, kan juga uda kasi uang belanja ke mbak utk masak, jadi ntar makan di rmh aja deh. Jadi saya dada babay lah ke tu abang. Saya sempat berpikir mau ke Food Hall, mau liat2 (kenapa godaan belanja itu selalu menyerang di kala saya menipis uangnya..hihihi), tapi itu pun urung saya lakukan mengingat tdk ada pun budget utk liat2 yang (pasti) berakhir dengan makan2 itu. Hehehe.

Berjalan lagi, di daerah Kemanggisan ada resto yang jual bebek goreng. Huaaaa, itu resto uda lumayan lama ya. Dan dari dulu saya ingin coba, tapi seperti saya bilang tadi, godaan terberat itu datang ketika uang sedang menjarang. Terbayang sudah bebek goreng kremes dimakan dengan nasi putih epul2 ditambah dengan lalapan dan sambal olahan sendiri. Huaaaa. Dadah bebeeeeek, saya pun lewat. Puncaknya di lampu merah Tomang, saya pingiiiiin banget mie kangkung. Idiiiih, gurame amat (kata bli Ananta, pisuhan kampret yang sering saya ucapkan bisa diganti dengan binatang lain yang lebih lucu macam gurame atau tawon..Kalau kata popo Stella malah "Mangut Lele, loe!!" hihihi), uda sampe Tomang kok ya malah pengen banget mie kangkung. Hadeeeh. Oh well oh well, selain saya bukan tipe pengemudi yang senang balik arah, saya juga masih berpikir  sayang ah kalau balik, udah bensin berkurang, ntar bayar pula, ntar juga kesorean lagi. Jadi saya tancap gas lagi dan pulang sahaja.

Saat itulah saya berpikir, dan saya bilang ke Silka, seyogyanya memang kita harus bersyukur saat gaji ditransfer dengan full, tanpa potongan yang tidak berdasar. Manusia itu suka tidak bersyukur untuk hal2 yang sudah rutin terjadi. Seperti kesehatan (alhamdulillah kalau rutin dapat sehat), misalnya. Menjadi sehat mungkin sudah menjadi rutinitas. Sehingga saat sakit, kita baru menyadari bahwa sehat itu berkat. Anugerah Tuhan. Juga tentang si gaji. Karena si gaji sudah pasti tiap bulan masuk ke rekening, kadang kita (baca: saya) jadi kurang bersyukur. Nah sekarang saat gaji ditransfer dengan tidak full, baru deh kelimpungan. Hihihi. Jadi pelajarannya, saya memang harus belajar untuk terus bersyukur. Bersyukur untuk hal2 kecil dalam hidup, dan juga hal2 besarnya. Bersyukur untuk setiap masalah kecil dan masalah besarnya. Karena dengan adanya masalah, saya jadi bisa kembali bersyukur saat saya ga punya masalah. Hehehe. Yakan yakan yakaaaan..

Lalu apa respon Silka ketika saya bilang harus bersyukur saat gaji ditransfer penuh? Silka cuma ketawa ngakak. Karena sesungguhnya, gaji Silka juga dipotong bulan lalu. Hahaha.

Senyum dulu ah..

PS (lagi): Beberapa kali saat saya bilang ke teman, saya lagi ngga punya uang, semua org langsung khawatir dan (alhamdulillah) berniat meminjamkan uang. Hihihi. Yang perlu diketahui adalah, saat saya bilang saya sedang tidak punya uang, itu berarti uang yang dalam perhitungan saya akan dipakai utk waktu berjalan sudah menipis. Menipis. Bukan tidak ada sama sekali. Sedangkan uang hasil investasi, tabungan, deposito dan lain2nya masih berjalan normal di slotnya masing2. Jadi, tenang aja ya. Kalau saya perlu pinjam uang, pasti saya bilang kok. Hihihi.

Tutup mata, buka mata tanggal lima..
Tutup mata, buka mata tanggal lima..
Tutup mata, buka mata tanggal lima..

Mar 27, 2011

Buah..

Buah dari minggu lalu boleh pergi di hari Sabtu Minggu dan bersenang-senang bersama teman2 adalah tidak bolehnya saya pergi di akhir minggu ini.. *sigh

Padahal Arie br datang dari Jogja dan Gerwanis kumpul semua..

Belajar Bulan, belajar, something sweet ain't come for free..

*mau mengeluh tapi gimana? Sudah terlalu lelah..

Demikianlah.

Senyum ga ya? Senyum ga ya?

Engga dulu deh..

Mar 24, 2011

Ketika Tuhan menunjukkannya..

Ini kali kedua..

Yang pertama, lebihkurang ceritanya sama. Maka saya ulangi untuk kedua kalinya dan berhasil juga. Dan jika begitu, apa lagi yang kau cari? Tuhanmu ada. Dekat. Dekat sekali. Dan Ia akan tersenyum saat kau meminta dengan kesungguhan hati. Jadi apa lagi yang kau cari?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pulang tadi hujan deraaaaas sekali. Menakutkan. Saya menyetir sendiran. Pelan saja lah jalannya, tdk usah terburu-buru. Tapi semua orang sepertinya buru2. Hihihi. Jadi ya saya jd ikut menginjak gas lebih dalam lagi. Menengok ke spion belakang, tumpukkan paket2 yang harus dikirim. Huwaduh, iya lupa, harus mampir dl ke JNE untuk kirim. Huaaaa..Bagaimana ini kalau hujan begini? Payung cuma ada satu. Payung biru Disneyland yang kecil pula. Huhuhu. Kalaupun pake payung itu, sepertinya tdk akan banyak membantu. Hujan ini disertai angin. Wuss wuss wuss. Sebentar saja saya keluar juga sudah pasti kuyup. Hiks.

Saya masih menyetir dengan santai. Sambil mendengarkan radio. Kok hujannya ngga reda2 jg ya. Sudah semakin dekat ni ke JNEnya. Hiks. Lalu saya jadi ingat kejadian pertama dulu. Dulu berhasil. Sekarang seharusnya berhasil juga. Kan tadi saya pas jalan sudah berdoa dulu. Jadi saya yakin berhasil lah. Hehehe.

Tuhan, maaf ya ak minta lagi sore ini. Tapi bolehkah ak minta hujannya mereda, Tuhan? Ak mau kirim paket2 ini, kalau hujannya sederas ini, pasti nanti paketnya basah semua. Akunya juga. Jadi, maaf Tuhan, apa bisa tolong nanti saat ak sampai di JNE hujannya mereda. Setelah selesai memasukkan paket ke dalam, boleh jika ingin deras lagi. Tapi tolong bantu Bulan ya Tuhan. Terimakasih banyak Tuhan. Maaf sekali lagi ak meminta terus.

Kebiasaan banget deh. Kata mamah, berbicara sama Tuhan harus dengan baik. Tidak boleh tidak sopan. Tidak boleh seperti teman. Tapi bagaimana???? Saya kebiasaan berbicara seperti ini dengan Tuhan. Dan alhamdulillah sampai sekarang saya merasa selalu diberkati. Apa saya harus berbicara formal seperti yang saya dengar kalau romo atau pak ustad sedang berdoa (dan mendoakan umat)? Tapi kan tapi kan tapi kan saya bisanya beginiiiii.. *loh kok jadi pengen nangis??!!*

Okay enough drama. Nah setelah saya berdoa seperti itu. Luar biasa. Hujannya mereda. Saya (kalau bisa) ingin jingkrak2 di mobil. Sayang kaki saya terpaku di pedal gas dan kopling. Huhuhu.

Masih kata mamah, beliau memberitahu, kalau kita berdoa dan minta sesuatu sama Tuhan dan dikabulkan, jangan lupa bilang terimakasih. Jangan bisanya cuma minta tapi tidak bersyukur kalau dikabulkan permintaannya.

Maka saat hujan reda (sumpah redanya cuma rintik2 kecil doaaaank..ga berasaaaa sama sekali..cuma tik tik tik kecil2 dan jarang gt..huhu..luar biasa ya Tuhan itu..), saya mengucap syukur.

Terimakasih ya Tuhan, Tuhan sudah mengabulkan doaku. Terimakasih ya. Terimakasih. :) (beneran saya tersenyum sendirian di mobil). Tuhan, maaf meminta lagi, boleh ngga kalau nanti sampai JNE ak dapat parkiran yang baik? Yang dekat dengan pintu masuk. Biar ngga susah bawa paket2nya. :) Terimakasih ya Tuhan.

Dan saya belok ke kanan, JNE di sebelah kiri, dan JRENG!!! Parkiran kosong!! Ga biasa banget karena biasanya sore itu JNE selalu penuh. Kembali saya mengucap syukur dan memarkir si Obil. Memasukkan paket2 dengan santai, tiga kali bolakbalik karena paket yang dikirim (alhamdulillah) banyak. Dan tepat setelah saya menginjakkan kaki masuk ke kantor terakhir kalinya, BRASSSSS!! Hujan deras kembali mengguyur. Saya (secara harfiah) bengong melihatnya. Luar biasa.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Itu kejadian kedua. Kejadian pertama, seperti saya katakan di awal, lebihkurang sama. Sekarang semakin mengerti isi buku yang kemarin dipinjamkan Andre. Kicauan Burung karya seseorang dengan nama yang susah. Hahaha. Bukunya sudah saya kembalikan soalnya, jadi ngga bs nyontek. :p Intinya, kenapa repot2 mencari Tuhan? Tuhan ada di dekat kita. Dengarkan kicauan burung yang indah, siapa lagi yang dapat menciptakannya selain Tuhan? Lihat wajah yang cantik dan ganteng, siapa lagi yang dapat menciptakannya selain Tuhan? <-- okay dengan jujur saya katakan, kalimat tanya terakhir adalah bikinan saya sendiri. Kikikiki.

Fabbi-ayyi ala i rabbikuma tukadziban 
Then which of the favours of your Lord will ye deny? 
Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Senyum dulu ah.. :)

Mar 23, 2011

Bengong..

Ok deh..

Hr ini hari off saya. Harusnya hari ini saya berkutat dengan 2 ketemuan lalu memandori pak tukang. Tapi lalu satu orang yang seharusnya bertemu dengan saya MELUPAKAN janji itu. Jadi yasudah, lupakan saja. Hihihi. Lalu pagi ini orang lainnya menelpon dan saya tahu dari suaranya, ia sedang sakit (agak) parah. Suaranya bindeng to the max gitu. Saya ga sampai hati jg akhirnya. Hehehe. Kami memang akhirnya mengobrol panjang lebar di telpon tapi ya itu, tdk jadi bertemu.

Jadi sekarang saya bengong donk. Untuk seseorang yang terbiasa membuat rencana hari Rabu di setidaknya hari Senin, saya jadi tdk punya rencana darurat lagi. Jadi, drtd saya muter aja. Kamar lalu ke ruang kerja. Keluarin batik, bengong, lalu masukkin lagi batiknya. Chat sama Silka lalu mengetik. Lalu main Farmerama dan bengong lagi. Hihihi.

Iseng2 saya akhirnya ikutan Silka jawab2 pertanyaan di Shoedazzle. Pertanyaan yang dijawabnya tinggal klak klik klak klik saja. Lalu hasilnya keluar instan. Memberitahu tipe gaya saya apa. Ini hasilnya. :)


Saya rasa benar ni hasil kuisnya. I am artistic, whimsical, and free spirited. Hihihi. Mungkin ini yang bikin kuis juga bingung ya dengan luasnya range pilihan saya. I love flats as much as I love boots. Most likely I love flat boots. Hihihi. Tiba2 saya jadi ketawa sendiri karena kata 'flat boots' terdengar mirip dengan 'flat boobs'. Hihihi. *getokpalabulan*

One day I love black, the other day I love blue and yellow. I love shell bracelet as well as colourful beads bracelet. I like ribbons as much as I love fur. Ya begitulah. Intinya si gaya saya itu PLIN PLAN. Semua juga saya suka. Hahaha.

But when u can have as many style as possible while remaining to be YOU, why bother choosing one?? :p

Oya, kmrn kan saya bilang saya mau pamerin foto bootsnya Thera yang membuatnya (dan bbrp orang lainnya) jatuhcinta. Sampe ditweet. Sampe langsung ada yang mesan jg. Hahaha. Sayangnya foto bootsnya sendiri lupa saya ambil, adanya foto saya sama Theranya. Jadi yaudalahyaaaa. Biarin aja saya sama Thera yang menampilkan diri. Jarang2 kan saya menampilkan diri (yeaaa raaaiiittt..).


Oh oh saya tau!! Saya ke salon aja deh hr ini sebelum mandorin pak tukang. Yeeeesss yeeessss.. Good idea kan.... *winks

Siap2 dan jangan lupa!!

Senyum dulu aaaah.. :)
Happy Wednesday peehpuuuullll..

Mar 22, 2011

Bli Ananta Wijaya!!

Itu yang saya teriakkan (okay, saya ketik dengan tanda seru maksudnya, karena lwt YM juga..hihihi) pada Bli Ananta sore ini. Apa pasal?? Karena dia suruh saya berbicara dengan apapun yang sedang menakuti saya. Dodol memang. Hehehe.

Jadi tadi siang, tumben Bli Ananta menyapa saya di YM. Kami sudah lama tdk berbicara. Terakhir berbicara kira2 sebulan sebelum saya ke Bali. Itupun hanya sebentar. Hanya menjawab pertanyaan saya akan tempat2 yang mau saya kunjungi. Dan menyarankan saya untuk membawa pulang wine Bali. Yang mana tdk saya lakukan karena saya bertahan dengan ransel saya yang cuma 30liter itu. Hihihi.Ya I think I will go there again in no time, so no need to force myself bringing such a bottle inside my backpack. Hihihi. Besides, Mas Yoko will bring me Bali wine when I feel like I want to, happily. Hihihi. Back to Bli Ananta. As usual, kami tdk lancar mengobrolnya karena bli jg sambil kerja. And I know he's so busy, so sometimes, my message was there for the whole ten minutes, waiting for a reply. Hahaha.

Nah saat sedang mengobrol dengan bli sambil mendengar kidung di Youtube, tiba2 terdengar suara kresek kresek. Saya cuma ssshhttt karena saya kira cecurut atau cicak. Eh tapi kok makin keras. Saya sssshhht makin keras juga. Dan suara itu diam. Saya kembali sibuk dengan desain (yap, tumben kan saya mendesain di sore hari sepoi2 gini..biasanya tengah malam..hihihi) dan kembali mengobrol dengan Bli Ananta sesekali. Sampai tiba2 di ujung mata saya, saya melihat ada yang seperti jatuh dr eternit, tapi tak terlihat. Seperti sebuah bayangan jatuh. Saya langsung nengok dan diam. Diam. Tidak bisa berkata apa2. Huaaaaaaaa. Itu apaaaaaaan??? Saya jadi ga konsen sama pesan Bli Ananta. Mana pula ini kidungnya sedang mencapai nada tinggi. Dan entah dengan kalian, tapi kidung Bali selalu membawa aura mistis bagi saya. Seperti ada sesuatu gitu di dalam nada dan degungnya. Tapi saya suka. Dari dulu saya suka kidung Bali. Atau gamelan Jawa.

Saya masih diam. BB saya masih menyala tanda ada pesan lagi dari Bli Ananta. Saya membacanya tapi ga nyambung sama sekali. Entah kenapa saya ingin menengok ke kiri. Tapi ga berani. Idiiiiih. Apaan sih ini?? Bli Ananta lagi cerita soal Tat Twam Asi (that art thou - itu adalah kamu), sapaan Namaste yang menyapa sesuatu yang suci yang ada dalam dirimu, dan Matur Suksma yang digunakan oleh orang Bali yang juga berarti sama. Tapi saya ngga nyambung. Ini saya menulis post ini karena sudah tenang saja. Hehehe. Jadi saat saya ngga nyambung tadi, saya cm bls "Hmm..Ok..Kinda keganggu krn tiba2 ada sst entah apa spt jatuh dr eternit trs pas ak nengok gada apa2..weird..kinda scary.. :("

"What" he said. I said "I dunno. Ga berani cek2. Takut malah menemukan sesuatu yang benar2 mengagetkan." Lalu bli bilang "Mending kaget sekarang daripada besok..." eeeeh dilanjutkan dengan omongan "ajak ngomong aja.." WHAAAT???!! Ajak ngomong??? Ajak ngomong gimana??? Saya langsung menaruh tanda seru banyak2.. "Bli Ananta Wijaya!!! Jangan macem2 kamu ya!! Ajak ngomong gimana??!! Jangan nakut2in kamu ya!!"

Dan bli hanya senyum dan bilang "ya tanya ada apa ya?" What the heck??!! Saya cuma bisa diam. Tidak pun membalas pesan bli karena saya sibuk mengatur napas saya sendiri yang ketakutan. Lalu saya bilang "Halo..Assalamualaikum..Shalom.." dan tiba2 saya tenang. Kenapa saya sudah bilang assalamualaikum lalu pake bilang shalom, tanya aja sendiri sama bibir saya. Itu diluar kesadaran saya. Refleks aja.

Suasana hening dan saya diam. Kembali menekuri BB dan desain. Bli menjelaskan "that's the whole idea to overcome your fear. Others can feel your fear and may grow certain level of domination on you. If you can manage your fear, you'll be equal. And stand on the same level and make good of this life. Abhayam amitrad. May I fear not friend nor foe." Saya bilang saya sudah bilang halo, salam dan skrg sudah lebih tenang. Bagus, katanya, lalu ia melanjutkan "..may I fear not knowledge nor the unknown..may my days and night be without fear..may all point of the compass look upon me with a friendly eye.." dan dsitu saya ngakak. Hihihi. With a friendly eye!! Hihihi.

Jadi skrg saya sudah lebih tenang. Kidung sudah berganti. Kini kidung dari Pura Agung Kentel Gumi Kayangan Jagat. Aaaah sudah lebih tenang.. :)

Ternyata benar. Sesuatu yang mampu mengalahkan seseorang adalah sesuatu yang ada di dalam diri orang tersebut. Sesuatu yang menakutkan bagi seseorang adalah sesuatu menakutkan yang ada dalam pikiran orang itu sendiri. Pantas orang selalu menganjurkan untuk berpositive thinking, karena dengan positive thinking, aura positif akan melingkupi kita dan menyamankan diri kita. Hmm. Bener juga. Skrg masih takut? Engga donk. Jika sesuatu yang menakutkan ada di dalam kepala saya, maka saya juga kan yang bisa menghilangkannya. :) Husshhhh..Ilang ilang ilaaang.. Pigi sanah!! Abhayam amitrad. May I fear not friend nor foe. Sadhu sadhu sadhu. Hiyaaaaa..digabung lagi Sansekerta Hindhu sama Sansekerta Budha.. *getokpalabulan*

Senyum dulu ah.. :)

Mar 20, 2011

Girls Weekend Out.. :D

Sulit bagi saya mempunyai waktu dengan teman2 perempuan saya. Kebiasaan pulang sebelum hari gelap membuat saya suka ngga enak sendiri kalau hari gelap dan masih di luar rumah. Dan teriakan Aldi di telp saat jam10malam saya msh di jalan pulang masih saya ingat sampai skrg. Masih sangat traumatis bagi saya. Jadi saya memilih untuk menghindari teriakan itu dan langsung pulang sehabis kerja. Sabtu Minggu juga di rumah saja.

Nah, akhir pekan ini, tumben saya disenyumin saat bilang mau pergi dengan teman2. Biasanya kalau pun Aldi membolehkan, tapi wajahnya sesungguhnya tak mengijinkan. Yang membuat saya, akhirnya, membatalkan pertemuan dgn teman2 krn ga enak lhoooo pergi ga disenyumin itu. Hehehe.

Sabtu saya menjemput Silka, Linda, dan Tamie di bioskop Metropole untuk bersama-sama menuju tempat arisan. Saat saya jemput, mereka lagi ngedeprok di dalam bioskop, di atas karpet XXI yang empuk, karena saya terlambat menjemput. Huhuhu. *getokpalabulan*. Mengobrol sebentar lalu berangkat lah kami ke Resto Meutia di Bendungan Hilir. Resto Aceh yang terkenal enak. Nyam. Saya makan ayam tangkap dan ikan kayu. Tidak lupa juga minum es teh tarik dan menyicip rujak aceh. Enaaaaaaaaak semuanya. Dan karena Sabtu itu saya pulang duluan, saya menitip uang membayar di Silka, dan total, saya habis 40rb sahaja. Hahaha. Makin nyam!! :D



Oya, pas arisan, saya juga bawain boots pesanan Thera. Yang langsung dipakai dan ditweet. Ahoy!! Seneng deh kalau pada suka hasil karya saya pak tukang. Hihihi. Sayang fotonya belum dikirim sama Tamie, nanti kalau sudah dikirim, saya post deh. Biar kentara pamernya. :p

Minggu, saya kembali menjemput Silka dan Linda untuk bersama-sama datang ke acara GDO-nya Puri Idekuhandmade. Sempat nyasar sebentar di labirinnya Jagakarsa (haha) tapi akhirnya sampai juga. Kelas kali ini membuat figurin untuk cupcake. Dijelaskan sebentar oleh ibu gurunya, yang mana saya lupa namanya Resti atau Hesti *hadeeh*, lalu kami membuat deh. Lebihkurang dua jam kami membuat yang diselingi teriakan "Huaaa..kakiku copooot!!" atau "Mbaaak, tolong bikinin sepatunya donk..empat ya.." Hahaha. Yang langsung ditolak keras oleh gurunya dan hanya dibikinkan satu. Kikiki. Kalau saya, Silka, dan Linda??? Kami diam kalau lagi serius. Jadi ya ga minta  bantuan apa2.. Sombong memang.. *kok banggaaaa?? Hahaha.







Jam12 kami selesai. Berfoto lalu menunggu makan siang tiba. Saya dan Silka udah kelaperan sangat jadi kami nyemil sisa fondant. Hahaha. Habis makan, kami masuk ke workshopnya Puri dan lihat2 produk2nya. Silka beli boneka rakun yang unyuuu. Tergoda juga beli tasnya tapi ga jadi. Haha. Puri datang, menyeret karung dakronnya, dan mulai mengisi si biggie owlie. Semua jadi ngeriung dan ikut mengisi. SAYA?? Engga, ga ikut ngisi, tapi saya bertugas menjahit si biggie owlie setelah diisi dakron. Lama2 saya mengajari Silka dan Linda tusukan utk menutup bantal itu dan Silka dan Linda lulus!! Hehehe.





Bahagianya. :) Senang betapa saya bisa tertawa lagi sama teman2 saya. Tak terhinggaaaaaa rasanya.
Thanks Silka Linda Tamie Onya Thera Hanum Bobbee (mas eric) Bere Puwi Oline Kiki.. :)

Note: Kaos yang saya pakai, Guess size 16 tadinya uda ga muat dipake lhooo.. Meni ketat pisan.. Tapi sekarang.... AHA!! *joget2

Another note: Cupcake saya dimakan sama Aldi, katanya enak. Yang mana kata "enak" pasti lbh tepat ditujukan utk sang pembuat cupcakenya, bukan sang pembuat figurinnya. (^_^``)

Promise u this is the last note: Tadi Aldi bilang saya "hebat" bs nemuin jalan ke workshopnya Puri. I know it's a lil thing, tapi saat kalian mempunyai seseorang yang sangat jarang memuji, maka ini menjadi sesuatu yang harus dirayakan kan.. *winks

Senyum dulu ah.. :)

Mar 19, 2011

Kelakuan..Hihihi..

Tersebutlah seorang ibu2 cantik dan anak perempuannya yang kece. Datang ke tempat kerajinan. Berkata Kan ga mau beli apa2... Tapi menarik uang di ATM juga saat berangkatnya. :p

Tersebutlah sang ibu dan anak perempuannya. Sampai di tempat kerajinan. Berjalan-jalan sebentar. Sang ibu pun membeli lulur. ???

Tersebutlah sang ibu dan anak perempuannya. Berjalan-jalan kembali. Sang ibu terdiam. Melihat sebuah lukisan. Hasil karya anak Bali. Apa yang tidak biasa? Oh, ini teknik baru rupanya, pantas belum pernah melihatnya sebelumnya. I dot com nama tekniknya. Jika melihat tampilannya, saya berpendapat pengerjaannya pasti dengan cara menotolkan cat langsung dari tubenya. Ternyata benar. Begitu caranya. Sang ibu melihat lukisan yang berukuran kecil. Sang anak perempuan melihat lukisan yang berukuran besar. Lukisan kecil bergambar bunga. Lukisan besar bergambar matahari dan sakura. Urusan selera, sang ibu pasti memercayakan pada sang anak perempuan. Maka dibeli lah lukisan besar itu.

Tersebutlah sang ibu dan anak perempuannya. Bercerita sambil berjalan. Mencoba menangkap trend baru tentang pakaian yang dilukis. Sampai kemudian. Eh itu kan table runner mamah ya dek, yang kita beli di Smesco. Maka masuklah sang ibu dan anak perempuannya ke dalam toko itu. Sarung bantal masuk ke tas belanjaan.

Tersebutlah sang ibu dan anak perempuannya. Menyusuri lorong demi lorong tempat kerajinan itu. Tiba di ujung. WOW!!! LASEM!! BATIK LASEM!! Sang anak perempuan yang tergila-gila dengan lasem langsung mengambil tempat dan duduk lalu berbicara ini itu nina ninu dengan mas penjualnya. Sang ibu ikut. Eh ada lasem toska *gumam sang anak perempuan* sudah lama ia menginginkan lasem toska tapi tdk pernah dapat. Pantas lah dibeli, daripada kepikiran. Eeeeh ini juga lucu. Eeeeh, ini baguusss. Harganya juga bagus. Pada akhirnya sang ibu dan anak perempuanya mengantongi beberapa lembar kain batik Lasem dalam genggaman.


Sudah sudah. Sudah cukup. Yang lain kurang menarik hati. Berjalan kembali lah sang ibu dan anak perempuannya keluar sambil membawa lukisan dan barang2 itu. Saat menunggu pak totok datang, sang ibu meragukan apakah lukisan itu dapat menempati bagasi mobil sedannya. Sang anak pun hanya tertawa dan berkata nasip deh mah kalau ga cukup ya kita pangku. Dan mereka tertawa bersama.


Tiba saat pak totok datang dan jreng!! Lukisan memang tdk muat di bagasi mobil. Jadi ya, memang harus ditaruh di tengah. Bersama sang ibu dan anak perempuannya itu. Mereka tertawa terbahak-bahak. Karena besarnya lukisan menutupi sampai hampir menyentuh atap mobil. Tidak bisa melihat ke depan, pun angin dari mesin pendingin akan terhalang lukisan itu untuk sampai ke belakang. Hahaha. Hanya bisa tertawa saja. Inilah hasil dari kelakuan centil beli2 lukisan besar. Hahaha.

Sampai kemudian mereka tiba di apartemen. Menaruh lukisan di atas sofa. Lalu diam. Dan berpikir. Ini jadinya mau dtaro dimana ya lukisannya. Hahaha. Peraturan apartemen tidak mengijinkan penggunaan bor dll setelah jam4sore. Jadi pemasangan akan menunggu esok. Maka sang ibu dan anak perempuannya hanya senyam senyum, mendekatkan wajah ke lukisan, dan mengagumi karya itu.


Ya itulah. Tersebutlah seorang ibu dan anak perempuannya. Yang berkata tidak ingin membeli apa2 tapi akhirnya membeli apa2 juga. Yang bisa tertawa karena wajah tertutupi lukisan sepenuhnya. Menggelengkan kepala mengingat perkataan kan ga mau beli apa2 di awal tadi. Ya itulah seorang ibu dan anak perempuannya. Yang kelakuannya suka membuat tertawa. Tapi bukankah tawa yang membuat seseorang tetap bisa hidup dengan penuh senyum. Maka anak perempuan sang ibu menulis post ini dengan penuh rasa syukur. Ternyata masih bisa tertawa bersama orang terkasih. Tawa yang mengisi baterai kehidupannya lagi. Hahaha. Kelakuaaan..Kelakuaaan.. *geleng2kepala*



Senyum dulu ah.. :)

Mar 17, 2011

Kolaborasi Saya dan Dia..

Dia namanya Yoko. Mas Yoko. Senior saya di Sastra Inggris. Saya angkatan 2003, dia angkatan 1996. Tua memang. Hahaha. *semoga orangnya ga baca post ini.. :p*

Ketika kami berbicara, beberapa kali nyambung ke masalah bisnis karena saya berbisnis dan dia bekerja di Departemen Perindustrian. Jadilah nyambung. Saya suka kain nusantara, dia juga. Saya suka bikin sesuatu yang baru dan unik, dia juga punya banyak ide seru baru dan unik. Saya suka makan, dia juga. *loh kok ke makaaaan??*

Nah bbrp waktu lalu saat kami chatting, Mas Yoko menanyakan kalau2 saya bisa mewujudkan apa yang ada dalam pikirannya. Wuiiiih, ditantang begitu saya langsung siap siaga terbang ke Bali. *boong denk* Hehehe. Saya langsung semangat menanyakan apa idenya. Lebih kurang ide awal Mas Yoko adalah:

Jadi itu book organizer. Untuk bawa buku.

HAH?? Dalam bayangan saya, yang namanya organizer adlh seperti bag organizer saya, banyak kantong2nya, untuk bikin tas ringkas. Nah ini kok untuk bawa???

Setelah dijelaskan, saya sudah agak nyambung ni. Jadilah saya mengutarakan ide itu ke bu mandor. Apa saya menggambarnya? Tidak. Saya ikut proses awal dulu saya dengan pak tukang. Yang menggambar pak tukang. Kalau gambarnya ga sesuai ide saya, saya kesel. Hahaha. Dodol banget deh kalo diinget-inget. Saya yang malas gambar, saya juga yg marah2 kalau org ga bs gambar sesuai keinginan saya. Hahaha. Tapi skrg saya mendesain seluruh spatuw Indira Soetrisno kok. Jadi uda bisa gambar.. :p

Akhirnya dengan keisengan saya, saya membuat book carrier (maaf Mas Yoko, saya menolak menyebutnya book organizer..hehehe) ini multifungsi. Bisa juga untuk softcase netbook. Dodolnya (lagi), saya lupa bahwa netbook Lenovo saya tipe yang meninggi di bagian belakangnya. Jadi saat dicoba, pas dibuka sih pas, nah pas mau ditutup, kwak kwak kwawawaw..Ga bisa. Hahahaha. *jedotinpala*

Tapi untuk buku, ini sangat pas. Jadi bs bawa buku kemana2, ga usa dipegang tangan terus, jadi bukunya ga kena keringat dan tidak terlipat-lipat. Bisa disandang bisa diselempang, jadi kalau lagi ga baca, msh bs sambil megang gelas Starbucks yang berembun, tanpa takut embunnya kena ke buku. :) YUM!!


Thanks for our collaboration mas.. Yumarih kirim ke Bali.. :D

Senyum dulu ah.. :)

Mar 14, 2011

Cengengesan depan webcam..

Hanya keisengan saya dan Uta beberapa bulan lalu. Hanya karena sebelumnya saya tidak bisa memindahkan foto dari webcam ke "My Picture" lalu diajari Thariq yang ternyata tinggal klik kanan *idiiiiiiiiih*, jadi baru sekarang bisa dipamerin ni om tanteeeee.. :)


Senyum dulu ah.. :)

Balada Si Rambut Baru..

Jadiiiiiiiiiiiii....Sebenarnya sudah lama saya ingin potong rambut. Tapi masih maju mundur. Giliran ke salon, terapis saya yang gendut dan semena-mena yaitu Mbak Reza, tidak pernah menjadwalkan saya untuk potong rambut. Jadi setiap saya datang, dia hanya akan bilang "Jadwalnya kali ini lulur, creambath, facial, sama refleksi Kak..". Kali lain saya datang, dia bilang "Sekarang lulur, creambath, totok wajah, sama mani pedi ya Kak.". Jadi intinya ngga ada jadwal potong rambut di urutan jadwal yang dibuat Mbak Reza, dodolnya, saya nerima aja lagi. *getokpalabulan* Sampai kemudian rambut saya panjang dan sudah ngga jelas lagi potongannya. Hihihi. Setiap hari hanya dijepit poninya (yang sudah ngga berbentuk poni lagi) ke atas. Atau belah pinggir dan sebelah kiri ditarik ke belakang. Begituuuu terus. Idih, bosen.

Akhirnya saya memutuskan. Marilah kita potong rambut tapi tidak di salon biasanya. Karena kalau di salon biasa pasti sudah ditodong perawatan lain-lain, selain potong rambut. Jadi saya ke apartemen. Di bawah tower apartemen mamah, ada satu salon tempat saya biasa creambath jg. Terapisnya mas2 asoy yang pijitannya surga dunia. Hahaha. Tapi sayang pas di telpon, mbak2 yang bisa potong rambut ternyata lagi ke Malang. Jadi yasudalah, pilihan selanjutnya adalah ke Central Park. Sore sepoi-sepoi saya jalan sama mamah ke Central Park. Pake bawa trolley pink ngejrengnya mamah karena mamah sekalian mau ke Carrefour. Hihihi. Pilihan jatuh di Salon Christopher. Bertanya berapa lama kalau potong rambut, dijawab lebikurang 45menit, maka saya masuk dan mamah lanjut ke Carrefour.

Dikeramasnya ya ampuuuuun lamanyaaaaa. Pas awal masih enak karena saya sendirian di tempat keramas. Lalu datanglah tante-tante ribut yang minta dikeramas tiga kali dan pakai kondisioner dua kali. Sepanjang dikeramas ributnyaaaaa bukan main. Ga tahan dengan keadaan ribut (makanya saya lebih suka salon rumahan dibanding yang di mall..di mall itu ribut..berisik..), saya langsung bilang sama mbaknya untuk menyudahi pijatan vitaminnya. Mbaknya sepertinya mengerti saya terganggu (ya ya ya, my face is an open book..so what?? tantenya emang gengges berat kok..hehehe).

Mulailah sesi pemotongan. Saat ditanya kapsternya mau potong seperti apa, saya hanya menjawab poni lurus sama setengah senti di bagian bawah. *kata E! poni lurus is so 2011 y'knooow..hahaha* Ia tersenyum dan menyarankan untuk ditrap pinggir depannya. Saya ikut sajaaaaa. Cara mbak kapster ini memegang rambut haluuuus sekali. Mana pula rambut saya super tipis kan. Jadi bener2 dipegang dengan pelan kayak pegang bayi. Hihi. Tumben lho itu saya mau dipotong rambutnya sama perempuan, dan tumben saya mau rambutnya diblow. Hihihi. Cuma demi merasakan pegangannya yang halus ke rambut, saya nerimo saja. Hihihi.


Lebikurang satu jam kemudian, sudah diblow yang juga dengan lembutnya, tidak sedetikpun kepala saya terasa tertarik. Jadilah sudah. Tadaaaa!!! Nyom nyom!!


Tujuh puluh sembilan ribu. Dibilang harga standar si engga juga karena saya biasanya potong rambut di salon langganan empat belas ribu. Hahaha. Atau kalau lagi malas jauh2, saya ke Kanzen, tiga puluh ribu, sepuluh menit, dapat sisir gratis. Hahaha. Jadi ya ini lumayan lah. Cuma dibanding dulu saya juga potong di Firman Salon yang adalah sembilan puluh lima ribu, ya ini bagus lah. :)

Sampai di sekolah..Ada sms..
Andre (teman guru): Kamu kayak vokalisnya Geisha..
Saya (sbg penggemar vokalisnya Geisha: MOMO!! Iyaaaa, ak suka sama Momooo..
Andre: Iya, tokoh kartun yang temennya Flinstone itu kan. Yang warnanya ijo totol2 merah. Lucu Buy!!
Saya (merasa ada yang ngga beres): Siapa itu makhluk kartun?? Ijo pulak..Totol2 merah pulak..Sapa itu??
Andre: Lah itu Momo kan?? Eh iya kan? Maksudnya Momo itu kan?
GUBRAAAAAKK!!!!

Dear Andre, vokalisnya Geisha namanya MOMO kaleeeeeeeeeeeee.... Dodol banget deh ni anak!! *getokpalaandre*
Momo Geisha - okay kl ga mirip yauda si blg aja mirip.. :p
Oh btw, skalian pamer..Ini tas baru sayaaaaaaaa. :) Nyom nyom!! *joget2


Senyum dulu ah.. :)

Mar 11, 2011

Mari Bekerja..

Seperti yang sudah-sudah, setiap kali habis bepergian, saya pasti memerlukan waktu sebentar untuk ON lagi dengan pekerjaan. Hehehe. Untunglah umroh kemarin, saya sampai Indonesia hari Selasa dan Rabu itu hari off saya, jadi masih bisa bersantai. Walaupun di dua hari terakhir di Makkah, saya sudah sibuk sms pak tukang, bu mandor, dan mas penyamak saya. Hehehe.

Pulang, saya kan ke apartemen mamah dulu. Sempat creambath dulu sebentar (huekekek) lalu tidur juga sebentar. Lalu pas pulang dimarahi mamah, saya ga usa crita disini ya, karena bukan salah saya jg, jadi saya sampe sekarang masih ingat betapa bengongnya saya saat saya dibentak mamah. Hehehe. Lalu pulang ke rumah.

Sampai di rumah sesungguhnya saya uda ga sabar untuk kerja, tapi keberadaan motornya Aldi menutupi ruang satu2nya dimana saya bisa bekerja. Hehehe. Jadi yasudalah, pasrah dan tidur. Hehe.

Besoknya langsung bangun dan mengerjakan to do list yang sudah saya susun saat di Makkah. Cek batik yang sudah datang, beli bahan, konfirmasi janji2 dengan orang, dan main sama Uta. Malamnya, barulah saya bisa bekerja. Saya agak kurang sadar betapa saya sedang berada di zona nyaman saya sampai tiba2 mbak (mamanya Uta) kasih lihat foto di bawah ini. Hehehe.


Mamahnya Uta lagi saya ajarin pake SLR saya. Karena kadang saya perlu ia untuk memotret. Lagipula, saya memang agak gatel mengajari semua orang yang cukup dekat dengan saya bagaimana menggunakan SLR. Haha. Mbak Mella (mantan karyawan saya) sih uda gape banget. Jadi skrg giliran mamahnya Uta. Uta sudah mencoba tapi ternyata masih terlalu berat untuk tangan kecilnya. Dan jari telunjuknya belum bisa meraih shutter dengan sempurna. Hihi.

Back to photo, ya begitulah saya bekerja. Saya bisa sampai dini hari berada di sebelah batik-batik dan kulit-kulit (oh kulitnya ngga kelihatan ya, ada di sblh kiri saya lah..hehe) itu. Dan saya bisa sms pak tukang, bu mandor, dan mas penyamak saya walaupun di dini hari itu. Haha. Mereka sepertinya sudah terbiasa. Dan biasanya mereka balas di pagi harinya. Hehehe.

Sekarang sudah lebih ON. Sudah siap bekerja kembali. Sudah pumped. Yuk kerja yuuuk. Beribadaaaah. :)

Senyum dulu ah.. :)